Umum

PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 8 DARI 9)

Pernah teknik bercinta yang sama, “pukulan martil” kupraktekan pada teman kerjaku, seorang gadis muda pegawai baru, keturunan Melayu-Chinese yang secara tidak sengaja horny karena melihat tonjolan penisku menegang di balik celanaku dan karena tak sengaja pula aku melihat paha mulusnya. Dan ketika ia menggodaku, dengan sengaja mengangkangkan sedikit kakinya memperlihatkan bagian depan celana dalam hitam di balik blus putih. Wajah dan selangkangannya cantik sekali! Aku jadi makin horny dan kesulitan mengatur penisku yang mengeras. Gadis itu mengetahuinya. Wajah putihnya merona merah, malu bercampur gairah. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 7 DARI 9)

Sekembalinya dari Bangkok, aku menyelesaikan beberapa pekerjaanku di pabrik Volvo di Göteborg, Swedia. Dari situ aku berencana menuju Paris dengan jalan darat, setelah menyeberang ke Denmark dengan feri dan melanjutkan naik kereta api hingga Hamburg, Bonn, Frankfurt melintasi Belgia hingga di paris yang diperkirakan memakan waktu 2-3 hari. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 6 DARI 9)

ROYAL SPORT CLUB
Ternyata Royal Sport Club adalah sebuah hall besar dengan beranda luas dimana tersusun puluhan meja dengan payung pelindung serta sejumlah gazebo dengan halaman rumput luas dan taman yang tertata apik. Royal sport Club adalah bagian dari Royal Sport Arena, sebuah kompleks fasilitas olahraga yang lengkap untuk sekitar 28 cabang olah raga, termasuk lapangan tenis, kolam renang, stadion dan lain-lain. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 5 DARI 9)

Setahun sudah pernikahanku dengan Winky. Kami belum memutuskan untuk segera mempunyai anak. Kami belum siap untuk itu, beberapa hal harus dimantapkan dan benar-benar siap untuk menerima kehadiran bayi. Terutama berkaitan dengan keputusan tempat menetap, pekerjaanku, karir Winky dan tentang bagaimana kami menyediakan waktu untuk membesarkan anak. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 4 DARI 9)

KEDATANGAN WINKY
Tepat jam 9 malam Airbus yang membawa Winky mendarat. Harap-harap cemas aku menantikannya di gerbang kedatangan. Bersamaan kedatangannya rupanya ada kedatangan orang penting. Aku melihat beberapa petugas berseragam dinas menantikan tamunya di bagian kedatangan VIP. Dari bisik-bisik para penjemput di sebelahku, rupanya beberapa petinggi dari Jakarta turut menjemput si orang penting. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 3 DARI 9

7 tahun sudah usia jalinan kisah kasihku dengan Winky, timbul tenggelam. Sudah 2 tahun ini ia kembali ke negeri asal orang tuanya di Paris. Kisah kami terlalu aneh untuk orang lain pada umumnya. Kami adalah sahabat dekat. Juga kekasih yang saling menyayangi, care for each other in our own way. Aku sama sekali tidak keberatan jika ia sedang dekat dengan pria lain, demikian pula Winky. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAGIAN 2 DARI 9)

DI GUNUNG ARPATEA, HARI KEDUA
Kebetulan sekali, kegiatan hari kedua dimulai tengah hari setelah makan siang. Baik untukku, baik untuk Winky juga. Kami menggunakan istirahat itu baik-baik, karena kegiatan berikut akan berlangsung sampai tengah malam, mungkin sampai subuh esok. Baca selengkapnya...



PETUALANGAN SI BADUT HITAM (BAG.1 DARI 9)

Nama julukanku Badut. Setidaknya begitulah aku dikenal di kampus dan lingkungan pergaulanku. Tinggi 177 cm, berat 72 kg. bajuku nomor 16 dan celana nomor 32. Sedangkan kakiku memakai sepatu nomor 44 (10,5). Wajah lumayan, teman teman bilang tipe agak keras dan konyol. Hidung terhitung mancung dan bibir tebal. Kelakuan agak eksentrik, suka melucu sehingga dipanggil badut. Berkulit sawo matang yang terbakar hingga hitam legam, jadilah nama lengkapku Badut Hitam. Postur tubuh agak kurus namun berotot kencang. Baca selengkapnya...



Cerita Seks Dewasa: Beras Kencurku yang Manis

Saya Vovan kembali lagi dengan pengalaman cerita yang lain. Langsung saja deh, kisah ini berawal ketika saya umur 24 tahun dan sudah bekerja, saya baru bekerja di perusahaan swasta di kota J. Saat itu saya kost yang jarak dari kantorku hanya satu kali naik angkot. Daerah kostku adalah sebuah perumahaan yang tidak terlalu besar dan bersebelahan dengan kampung dan warganya sudah berbaur satu sama lainnya, sehingga terlihat sekali kekeluargaannya. Kebiasaanku kalau libur suka olah raga dan kadang kerja bakti bersama warga sekitar. Setiap sore hari banyak tukang dagang yang berseliweran kesana kemari didaerahku dan salah satunya Mba Ati si tukang jamu. Baca selengkapnya...



Nikmatnya Tubuh Sinta Kawan Istriku

Perkenalkan Nama Bram (nama samaran)Usiaku 29th, ini adalah kisah nyata yang ku alami setahun yang lalu. Aku sudah menikah dengan seorang gadis bernama Dewi (nama samaran). usia pernikahanku baru berjalan tiga bulan. Aku nekerja di perusahaan ternama di kota tempat tinggalku. Baca selengkapnya...



Nama Perempuan Itu Indriani

Indriani namanya, seorang CSO di salah satu bank swasta terkemuka di kota Bengkulu. Ia sendiri sebenarnya berasal dari Sunda. Suaminya yang seorang anak pejabat negara yang membawanya ke kota ini. Indri sendiri masih belia. Baru-baru ini ia mengecat rambutnya merah. Ia memiliki tubuh yang mungil dan cukup sintal. Rambutnya dipotong pendek sehingga tengkuknya terlihat. Menggairahkan. Sebagai seorang karyawan bank, ia selalu berusaha tampil menarik. Seragam kantornya yang berupa rok pendek hitam dan blazer kuning itu selalu terlihat menarik. Wajahnya selalu dipoles make up seadanya sehingga wajahnya yang bundar terlihat semakin manis. Baca selengkapnya...