Pengalaman Seks PertamaKu Dengan Tante Rini

CERITA SEKS ONLINE –

Pengalaman ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan bersama Tante Rini . Umur saya sekarang adalah 24 tahun, saya (kevin) baru saja menyelesaikan kuliah saya di sebuah perguruan swasta yang terkenal di Jakarta.

Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya mempunyai teman bermain yang cukup akrab, namanya Jessy. Dia adalah teman dekat saya sejak perkenalan pertama kali ketika masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka saya sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.

Hampir tiap minggu pasti saya bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau hanya bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan saya dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Rini , yang tidak lain adalah ibu kandung Jessy. Perlu anda ketahui, Tante Rini menikah di umur yang sangat muda dengan Om Anwar. Tante Rini melahirkan Jessy ketika masih berumur 18 tahun. Selain Jessy, Tante Rini juga mempunyai anak lagi yaitu George yang baru berumur 2 tahun saat itu.

Memang perbedaan umurnya dengan Jessy sangat jauh, apakah mungkin Tante Rini memang ingin mempunyai anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Rini hanya di rumah saja, sedangkan Om Anwar-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. Pada akhirnya ketika baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan saya dan Jessy serta dengan keluarganya putus, ketika ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Anwar yang mendapat pekerjaan di Jerman.

Namun kira – kira setahun yang lalu saya mendapat berita bahwa Jessy sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja saya senang sekali karena bisa bertemu teman lama saya. Ketika sudah berada di Jakarta, Jessy menelepon saya dan dia menyuruh saya datang ke apartemennya di kawasan Jakarta barat. Dan akhirnya saya pun datang bertemu dengan dia di apartemennya .

Ketika datang saya sangat kaget, karena ternyata Tante Rini sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Rini ternyata tidak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman dia memutuskan bersama George untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Anwar dan Jessy tetap tinggal di sana. George sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci. BONUSSS

Ketika bertemu dengan Jessy maupun dengan anggota keluarganya yang lain, saya sangat senang sekali, karena sudah lama sekali saya tidak berjumpa dengan mereka semua. Namun setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Jessy harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Namun setelah 1 minggu Jessy balik ke Jerman, tiba–tiba saya mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Jessy ketika dia berada di Jakarta, dan ternyata setelah saya ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Rini .

“Vin.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante.

“Saya baru saja habis makan siang tuh sama teman saya Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.

“Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.

“Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.

Akhirnya saya datang juga ke apartemennya untuk membantunya. Setelah sampai di apartemennya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Rini memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Rini masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA SAMPAI 25.000.000 !! KLIK DISINI

Ketika saya mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak. Waktu saya sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Rini menempel di belakang saya. Mula–mula saya tidak menaruh curiga sama sekali mungkin karena dia ingin tahu bagian mana yang rusak, namun lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil saya benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.

“Vin, kamu masih seperti yang dulu saja yah?” tanya Tante Rini .

“Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.

“Iyah tuh.. masih seperti yang dulu saja, cuman sekarang pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.

Lalu belum saya menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Rini sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.

“Vin.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.

“Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku. BANDARQQQ

“Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.

Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Rini yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, saya benar–benar tidak membayangkan kalau ibu teman dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Rini ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.

“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.

“Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.

Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Rini juga tidak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Rini menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya dia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama dia melepas kemeja saya kancing per kancing sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya. “Wah.. Vin, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.

Pengalaman Seks PertamaKu Dengan Tante Rini

“Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,” jawabku. Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Rini yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Ahh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Rini terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.

“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Vin..” desahnya.

“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah?” kataku.

Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan. “Ogh.. Vin, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah. “Wah.. natural tuh Tante, padahal saya belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku. Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tidak menjadi masalah.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Rini sekarang meminta saya untuk memasukan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.

“Vin.. ayoo dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih,” minta si Tante.

“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku. CEMEQQQ

“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.

Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit.

“Ahh.. dorong terus dong Vin..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali. Mendengar desahannya saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya saya mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Rini mengejang kembali.

Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar–benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

“Oh.. oh.. nikmat sekali Vin ..!” teriak si Tante.

“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.

“Sabar yah Vin.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar lagi nih..” jawab si Tante.

Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!” teriak si Tante Rini . Tante Rini kemudian mencakar pundak saya sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya.

Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke dapur. Ketika di dapur saya melihat Tante Rini dalam keadaan telanjang, mungkin dia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata–kata, saya langsung memeluk Tante Rini dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.

“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” katanya sambil tertawa kecil.

“Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.

Saking nafsunya, saya mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Rini kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya doggie style.

”Um.. dorong lebih keras lagi dong Vin..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokanku kepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.

“Vin.. mandi yuk?” mintanya.

“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah?” jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya mendudukkan Tante Rini di atas wastafel, dan kemudian saya kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.

“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Vin.. ahh..” desahnya.

“Vin.. kamu sering–sering kesini dong..” katanya dengan nafas memburu.

“Tante, kalo tahu ada service begini mah saya tiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum. POKERRRR

Setelah puas menjilatinya, saya memasukkan batang kemaluan saya kembali ke lubang kemaluan Tante Rini . Kali ini, dorongan saya sudah semakin kuat, karena rasa sakit saya sudah mulai berkurang ataukah saya sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, saya duduk di atas kloset dan Tante Rini saya dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya.

Kali ini saya sudah mulai tidak terlalu merasakan sakit sama sekali, namun rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya saya “KO” kembali, saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Rini kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah selesai mandi, Tante Rini memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu saya pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kejadian itu saya baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartemennya di kala anaknya George sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

7 tanggapan untuk “Pengalaman Seks PertamaKu Dengan Tante Rini

  • Pingback:Nafsu Seks Liar Anak SMA - CERITA SEKS ONLINE

  • Mei 6, 2019 pada 3:15 am
    Permalink

    Ciao! ceritaseksonline.com

    We advance

    Sending your commercial proposal through the Contact us form which can be found on the sites in the contact partition. Contact form are filled in by our program and the captcha is solved. The superiority of this method is that messages sent through feedback forms are whitelisted. This technique raise the odds that your message will be read. Mailing is done in the same way as you received this message.
    Your commercial proposal will be read by millions of site administrators and those who have access to the sites!

    The cost of sending 1 million messages is $ 49 instead of $ 99. (you can select any country or country domain)
    All USA – (10 million messages sent) – $399 instead of $699
    All Europe (7 million messages sent)- $ 299 instead of $599
    All sites in the world (25 million messages sent) – $499 instead of $999

    Discounts are valid until May 10.
    Feedback and warranty!
    Delivery report!
    In the process of sending messages we don’t break the rules GDRP.

    This message is automatically generated to use our contacts for communication.

    Contact us.
    Telegram – @FeedbackFormEU
    Skype – FeedbackForm2019
    Email – FeedbackForm@make-success.com
    WhatsApp – +44 7598 509161
    http://bit.ly/2V5SR6P

    It’s time to finish.

    Balas
  • Mei 9, 2019 pada 1:31 am
    Permalink

    Accredited and Affordable ONLINE MBA Programs with American University of Business and Social Sciences

    We are now offering up to 30% scholarship and discount for our Professional MBA programs to this newsletter invitees OR 70% Scholarship for our Postgraduate Diploma (Original: US$1,850 – NOW – US$555 after Scholarship). If you are interested, please contact us for program leaflets.

    Accreditation and Recognition
    American University of Business and Social Sciences has gained Candidacy Accreditation by Accreditation Service for International Schools, Colleges and Universities (ASIC). ASIC is recognised by UKVI in UK, is a member of the CHEA International Quality Group (CIQG) in USA and is listed in their International Directory, is a member of the BQF (British Quality Foundation), are affiliates of ENQA (European Network for Quality Assurance) and are institutional members of EDEN (European Distance and E-Learning Network).

    Majors: Project Management, Management, Business Administration, Health, Safety and Environment, Logistics and Supply Chain Management, Human Resources Management, Sales and Marketing

    Professional MBA Tuition fee: From USD 3,650

    If you are interested, please contact us at admission@aubss.university for program leaflets and Scholarship details or visit our website at https://www.aubss.university/

    Balas
  • Mei 10, 2019 pada 4:56 am
    Permalink

    While on your great website I felt that my outstanding offer could be a good fit for you.

    I’m happy to say that I’ve come up with a way for you to get your feet wet in
    forex without investing 10k or more right away. 3000€ will do it here.

    Ever seen such proven profits on MyFxBook? You’ve got to see them with your own eyes. Just go through the links below – opt-in and download a detailed presentation-pdf.

    https://www.myfxbook.com/members/OutlierFX/outlierfx/3241807/bMTxDMF2g6KnEToQSQba
    https://www.outlierfx.com
    Please opt-in to get all info.

    Balas
  • Juni 2, 2019 pada 9:08 am
    Permalink

    I know this if off topic but I’m looking into starting my
    own blog and was wondering what all is needed to get
    setup? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty
    penny? I’m not very internet savvy so I’m not 100% sure.
    Any recommendations or advice would be greatly appreciated.
    Thank you http://Oldehickorytaproom.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *