Memuaskan Nafsu Terpendam Istri Orang Lain

CERITA SEKS ONLINE –

Nama Saya Steven umur saya 28 tahun , Saya adalah seorang pegawai swasta yang bergerak dalam bidang komputer. Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon melalui HP untuk memperbaiki komputer pada salah satu pelanggan yang belum saya kenal yang jelas suaranya seorang wanita, saya perkirakan berumur 35 tahunan karena suaranya sangat manja dan dewasa.

Pada waktu yang ditentukan saya datangi, rumahnya tak terlalu luas tapi cukup apik penataan taman, saya pencet bel, yang keluar seorang wanita setengah tua dengan penampilan yang mempesona, dengan kulit bersih tanpa make up dan bibirnya yang sensual hingga membuat buyar konsentrasi. Setelah beberapa saat menunggu di ruang tamu saya dipersilakan masuk ke ruang kerja, dimana komputer tersebut berada. Beberapa waktu berselang selesai pekerjaan saya, sebelum pamit saya menyuruh mencoba komputer tersebut apa sudah baik atau masih ada yang tertinggal.

Berawal dari coba mencoba akhirnya saya jadi akrab untuk berbincang-bincang dengan wanita setengah baya, yang mengaku bernama Merry (samaran). Yang ternyata seorang istri yang selalu ditinggal oleh suaminya yang gila kerja. Waktu suaminya hanya tersita oleh pekerjaan, memang soal materi selalu diberikan dengan sangat cukup tapi soal batin yang tak pernah terpikirkan oleh suaminya terhadap istrinya, saya pikir hal ini persoalan klise belaka, tetapi dampaknya sangat berarti bagi kehidupan berumah tangga.

Tak terasa waktu berjalan terus seiring dengan konsultasi Merry terhadap saya tentang persoalan rumah tangganya, katanya saya dapat berbicara seperti konsultan rumah tangga, hal ini memang saya akui suatu kelebihan saya bila menghadapi wanita yang sedang dirundung musibah, tapi bukan sebagai kedok untuk berbuat yang tidak-tidak.

Setelah selesai saya pamit dan memberikan No. HP saya dengan pesan bila terjadi sesuatu dan memerlukan saya hubungi saya.

Beberapa hari kemudian saya ditelpon untuk bertemu disuatu tempat yang menurut saya sebagai tempat yang sangat romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran namanya (ada aja).

“Mas, saya sangat berterima kasih atas konsultasinya waktu lalu”, ujar Merry dengan mata yang sendu dan bibir bergetar halus.

“Saya hanya orang biasa yang hanya dapat berbicara untuk mencari jalan keluar”, jawab saya sebisanya karena dengan tatapan matanya saya dapat merasakan getaran birahi yang sangat besar.

“Saya ingin Mas temani saya untuk berbagi rasa dengan perasaan Mas yang sebenarnya”.Mendengar ucapan itu saya pun tidak bisa menahan nafsu kejantananku. Langsung saya bimbing dia ke tempat yang nyaman dan privacy. Bagaikan seorang kekasih saya sudah mabuk asmara dan gejolak birahi yang tidak tertahankan.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA SAMPAI 25.000.000 !! KLIK DISINI

Di atas sebuah ranjang yg empuk , saya lumat bibirnya dengan penuh perasaan dan saya genggam kedua telapak tangannya sehingga kami merasakan kebersamaan yang bergelora. Lidahnya terus bergoyang di dalam rongga mulut seirama dengan alunan musik . Lama kami berciuman mesra, kurengkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Merry melenguh.

“Mas terus Mas jangan kecewakan saya” sebentar-bentar tangannya bergerilya ke dada dan selangkangan saya, tak tinggal diam dengan gaya yang meyakinkan saya kecup putingnya dengan sedotan-sedotan kecil dan gigitan mesra, bibir saya meluncur ke bawah menuju pusar, saya mainkan lidah saya di bundaran pusarnya wah wangi parfumnya menyentuh birahi saya. Tangannya merengkuh alat pitas saya yang sudah tegang, Merry kaget, mass kok besar sekali, saya bisikan, jangan takut pasti muat. Memang Merry belum dikaruniai anak, jadi masih seperti perawan, apalagi punya suaminya tak terlalu besar. CEMEQQ

Saya jilat permukaan vaginanya, Merry bergelinjang menarik pantatnya hingga menjauhi bibir saya, saya terperanjat, kenapa?

“Mass saya belum pernah seperti itu, maaf yah”, saya hanya tersenyum dan meneruskan permainan bibir kebagian betis dan seluruh paha.

Beberapa waktu berselang tangannya mendekap kepala saya dengan sangat kencang seolah-olah tak mau dilepaskan, sesak napas saya. saya tau Merry sudah klimaks tapi dalam dalam benak saya ini baru permulaan. Setelah dekapannya melemah saya baringkan celentang, terhamparlah padang rumput dan pegunungan yang indah seindah tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dengan gaya konvensional saya mulai melaksanakan tugas saya sebagai seorang lelaki, saya selipkan punya saya di sela-sela bibir kemaluannya hingga ambles kepalanya, Merry menjerit kecil.

“Mass, tahan Mass ngiluu Mas terlalu besar”.

Memang saya sadar dan tak langsung main tancap, saya tarik dan tekan secara perlahan-lahan, setelah vaginanya teradaptasi Merry berubah dengan gaya yang agresif ditekan pantatnya ke atas hingga punya saya ambles semua, saya imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, saya balikkan tubuhnya, saya dibawah dan Merry di atas dengan demikian Merry lebih leluasa untuk mengekspresikan birahinya yang selama ini tertahan.

Memuaskan Nafsu Terpendam Istri Orang Lain

Benar adanya dengan gerakan yang dahsyat Merry bergerak naik turun sambil berdesis-desis hingga saya bingung membedakan antara desisan bibir bawah dengan bibir atas. Beberapa saat kemudian Merry mengejan dan mengerang sambil menggigit dada saya, setelah itu saya tak mau kehilangan momen saya lakukan penyerangan dengan gaya profesional atas, bawah, depan, belakang, kiri dan kanan, hanya satu yang tak mau saya paksakan yaitu mengoral punya saya, karna saya tau Merry nanti stress, saya pikir bila nanti pada saatnya tiba mungkin bukan batangnya yang dilumat tapi sekalian bijinya dan sangkarnya.

“Merryyy saya mau sampai nihh. saya keluarin dimanaa?”

“Mas di luar saja dulu yah”.

Dengan secepat kilat saya tarik kemaluan saya dan saya keluarkan di dadanya hingga beberapa semprotan protein meleleh diantara dua bukit dan sedikit terciprat ke dagu. Setelah semprotan terakhir keluar, matanya terbuka dan tangannya menggenggam kemaluan saya, tanpa saya sadari dikulumnya kemaluan saya, hingga saya terperanjat dan tak yakin, yah mungkin inilah yang dinamakan puncak dari birahi kaum hawa yang sudah mencapai batas ambang sehingga tak berlaku lagi rasa malu, jijik, dan kotor yang ada hanya nafsu dan nafsu.

Tanpa istirahat kemaluan saya bangun kembali sehingga menegang sampai kuluman mulut Merry terasa sempit dan rongga mulutnya pun membesar. Gerakan maju mundur mengakibatkan saya bergelinjang kekanan dan kekiri sambil sesekali mencengkram rambutnya yang terurai lepas. Konsentrasiku hampir terganggu dengan gerakannya yang cepat hampir klimaks saya dibuatnya, tapi sebelum itu saya lepaskan untuk mengurangi ketegangan saya.

Saya balik menyerang dengan jari jemari menari-nari diseputar liang vaginanya dan sesekali menggesekkan ke area G-Spot wanitanya sehingga Merry meracau tak karuan, tangannya menarik sprei hingga terlepas dari sangkutannya. semakin lama semakin dahsyat pergolakan birahi saya dan Merry , saya rasakan aliran cairan hangat membasahi jari saya dan tak mau ketinggalan momen yang indah ini saya balikan tubuhnya sehingga tengkurap dan saya tekan dengan kemaluan saya dari arah belakang, Merry meringis.

“Mas pelan-pelan, ngilu” BANDARQQ

Saya atur irama sehingga lama kelamaan menjadi asyik dan Merry pun melakukan gerakan yang membuatnya bertambah asik. Dadaku bergetar ketika hasrat itu akan mencapai puncak, kutarik kemaluanku dan kusemprotkan ke atas punggungnya dengan kedua tanganku mencengkram kedua bongkahan pantatnya yang masih kencang untuk ukuran Merry .

Terlihat lubang anusnya masih bersih tak ada tanda-tanda bekas gesekan atau luka atau penyakit wasir, nafsu saya melihatnya tapi hasrat itu saya pendam, mungkin lain waktu Merry meminta untuk di setubuhi anusnya karena memang bila nafsu sudah datang birahi pun memuncak yang pada akhirnya dunia terasa sangat-sangat indah melayang-layang dan sukar diutarakan yang ada hanya dirasakan. Pikiran ngeres saya ternyata terbaca oleh Merry , dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku dan membisikan sesuatu.

“Mas, coba dong masukin dari belakang, Merry ingin coba sekali aja tapi pelan-pelan yah”.

Antara sadar dan tak sadar saya anggukan kepala tanda setuju. Karena badan saya sangat lelah saya istirahat sebentar dan membersihkan sisa-sisa mani yang menempel pada kaki dan perut. Saya minum beberapa teguk minuman yang dihidangkan di kamar tamu, setelah rilek saya kembali ke kamar, ternyata Merry masih tergolek di atas tempat tidur dalam posisi tengkurap, wah inilah yang dinamakan lubang surga, terletak hanya kurang lebih tujuh sentimeter antara lubang vagina dengan lubang anus.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

Saya berpikir mana yang lebih sempit, wah yang pasti lubang anus yang lebih sempit, tanpa basa-basi saya mainkan jari saya dengan sedikit ludah untuk pelicin di sekitar permukaan anusnya, Merry terbangun dan merasakan adanya sesuatu yang lain dari pada yang lain, dan jariku terus menusuk nusuk lubang anusnya, saya tidak merasa jijik karena memang anus Merry bersih dan terawat.

Dengan hati-hati saya masukkan kejantanan saya kedalam anusnya, susah sekali masukinnya karena memang punya saya besar di bagian kepalanya sedang Merry anusnya masih sangat rapat, saya nggak abis akan saya ludahin agar licin, lama-lama kepala kemaluan saya masuk kedalam anusnya, Merry menjerit kecil, saya tahan beberapa saat kemudian dengan rileks saya tekan setengah dan tarik kembali, begitu terus-menerus sehingga Merry merasakan sensasi yang luar biasa.

“Mas kok enak sih, lain gitu dengan melalui vagina”.

Saya pun waktu itu baru merasakan lubang anus tuh seperti itu, menyedot dan hangat, hampir-hampir saya tidak kontrol untuk cepat-cepat keluar, dengan tarik nafas secara perlahan saya bisa kendalikan emosi saya sehingga permainan berjalan dengan waktu yang panjang, Merry meringis dan bola matanya sebentar-bentar putih semua menandakan birahi yang sangat dahsyat.

Kemaluan saya semakin tegang dan berdenyut tanpa memberi tahu kepada Merry saya semprotkan mani saya kedalam liang anusnya, Merry kaget dan mengejan sehingga kemaluan saya seakan-akan disedot oleh jetpump kekuatan besar. saya tergeletak di atas punggungnya sambil memeluk perutnya yang indah, walaupun ada sedikit kerutan, karena memang umur tidak bisa dikelabui, saya dan Merry tertidur sejenak seakan melayang-layang di dunia lain. Kami bersetubuh dengan kemesraan hingga dua jam setengah sebanyak tiga ronde di pihak saya.

Saya lihat tatapan matanya mengandung kepuasan yang sangat dahsyat begitu pula saya sehingga membuat motivasi saya untuk bersetubuh dengan wanita-wanita setengah baya yang memang membutuhkan siraman biologis, karena wanita setengah baya secara teori sedang dalam puncak-puncaknya mendambakan kepuasan birahi yang tinggi, istilahnya sedang mengalami fase puber kedua, apalagi bila sang suami tak memberikannya. Saya memang lebih menyukai wanita setengah baya dari pada ABG, karena wanita setengah baya mempunyai naluri kewanitaan yang besar sehingga dalam bersetubuh dapat saling memberikan respon yang sangat artistik bila dilakukan dengan mesra.

Setelah kami mandi kami pun bergegas untuk kembali pada tugas masing-masing, dari akhir pembicaraan saya dengannya, saya dipesankan agar merahasiakan hubungan ini, setelah itu saya diselipkan sehelai cek untuk konsultasi katanya. tanpa kwitansi dan tanda terima seperti biasanya bila terjadi transaksi. POKERRR

Sebenarnya saya tak tega mengambil cek tersebut, karena apa yang saya lakukan dengannya adalah sama-sama ikhlas sehingga hubungan menjadi sangat sangat sangat asyik masyuk, tapi saya pikir uang buat Merry nggak masalah karena memang untuk biaya pengeluaran lebih kecil dari pada yang diterima dari suaminya, selain itu saya juga sedang memerlukan biaya untuk memperbaiki kendaraan saya yang secara kebetulan pada waktu itu sedang mengalami perbaikan mesin.

Setelah peristiwa itu saya masih terus dihubungi bila Merry perlu, dan pernah saya dikenalkan dengan rekan-rekan yang senasib dan saya pernah dihubungi oleh teman-temanya dengan saling menjaga rahasia satu sama lain, tapi ceritanya tak jauh beda, yang jelas saya akan rahasiakan sampai akhir hayat.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *