Mengejar Birahi Anak Ibu Kosku

CERITA SEKS ONLINE –

Saya ingin menceritakan pengalamanku ini , karena saya termasuk penggemar cerita dewasa dan sering baca artikel di ceritaseksonline.club ini . Sebut saja nama saya Rahman (samaran). Sekarang saya kuliah disalah perguruan tinggi di Bandung. Sampai sekarang saya semester X, saya kost di daerah Buahbatu, Bandung.

Kisah ini bermula ketika aku mencari tempat kost. Setelah sekian lama berputar-putar, akhirnya sampailah aku di suatu rumah. Lokasinya enak, sejuk dan rindang. Dalam hati aku menjadikan rumah ini sebagai kost cadangan seandainya aku tidak mendapatkan tempat kost. Setelah ngobrol dengan ibu kost tentang masalah harga, datanglah anak ibu kost, namanya Mbak Yana (itu kuketahui setelah aku kost di situ).

Pertama melihat Mbak Yana aku langsung bergetar, gila cantik sekali. Sempat terselip di benakku untuk berhubungan badan dengannya tapi perasaan itu langsung kusingkirkan sebab di depanku ada ibunya, jadi aku berpura-pura manis dan tersenyum pada Mbak Yana .

Setelah sekian lama, akhirnya aku kost di situ. Dan hari-hariku kusempatkan mencuri perhatian ke Mbak Yana , tiap kali kupandangi dia makin kelihatan inner beauty-nya. Begitu cantik dan tidak bosan-bosan dipandang.

Dan yang membuatku semangat untuk mengejarnya adalah dia juga memberi respon atas kerlingan-kerlingan mataku dan tingkahku. Walaupun dia sudah bersuami dan mempunyai anak satu, tapi keindahan tubuhnya masih kelihatan, ini terbayang dari baju tidur yang dia kenakan tiap pagi, tipis dan tembus pandang, jadi kalau Mbak Yana berjalan aku selalu ada saja acara untuk mengikutinya entah mandi, ke belakang atau entah apa saja yang dia lakukan. aku berjalan di belakangnya sambil menikmati lekukan pantatnya yg sekal itu dan itu membuat pikiran kotorku muncul otomatis batang kemaluanku tegang .

sampai suatu saat ketika aku sedang mengikuti Mbak Yana ke dapur , saya langsung masuk ke kamar mandi dan mengocok kemaluanku . tiba-tiba Mbak Yana berkata, “lain kali pintunya di tutup Dik..” dan aku langsung terkejut mendengar itu . ternyata benar pintu kamar mandinya lupa saya kunci sehingga kelihatan dari celah pintunya trsbt .

Ternyata Mbak Yana tau maksud dan langsung menarik tanganku dan membawaku ke dapur. di sana Mbak Yana langsung membungkuk dan mengulum batang kemaluanku yg sudah tegan.posisi kosan saat itu memang sedang sepi karena para penghuni ada yg sedang kuliah dan kerja.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA SAMPAI 25.000.000 !! KLIK DISINI

“Terus Mbak.. oh.. oh.. oh.. enak Mbak..” bagaikan melayang di awan kepalaku mulai berkunang-kunang, dan Mbak Yana pun sepertinya tahu situasi saat itu, dia pun mulai mengocok dengan tangannya dengan irama cepat.

“Ooh.. Mbak.. Mbak.. aku mau keluar Mbak.. oh.. oh.. oh.. sshh.. shh.. ah..” Crott.. croott.. keluarlah air maniku banyak sekali membasahi bibirnya berkilat-kilat diterpa sinar lampu dapur. Dan tanpa pikir panjang aku langsung mengulum bibirnya yang masih dipenuhi spermaku, sambil aku bergerilya di sepanjang dadanya, yang kira-kira berukuran 36. Setelah beberapa saat dia mulai mengendurkan ciumannya dan berkata, “Sekarang bukan waktunya Dik..” Kejadian di dapur itu selalu teringat olehku dan selalu menjadi imajinasiku.

Hari berikutnya aku makin sering menggoda dia, tanpa sepengetahuan suaminya. Suatu saat suaminya ada keperluan keluar kota, saat itulah yang kutunggu-tunggu untuk iseng mengajaknya jalan, dengan alasan ingin diantar ke Cihampelas membeli baju. Mbak Yana pun mau, jadilah aku keluar bersama dia. Di tengah perjalanan aku ngobrol dengannya, mengorek tentang rumah tangganya terutama masalah kehidupan seksualnya. Ternyata dia saat itu sedang suntuk di rumah dan ingin main keluar, langsung saja kusambut kesempatan itu, kuajak dia main ke daerah pegunungan di Lembang.

Di sana dingin sekali, dan aku mulai memberanikan diri memegang tangan dan pahanya. Sambil menggodanya, “Mbak dingin-dingin gini enaknya apa ya..” kataku.

“Ee.. apa ya..” katanya. BANDARQQ

“Kita sewa hotel aja yuk.. Mbak Yana kedinginan nich..” katanya lagi.

Sebuah permintaan yang membuatku deg-degan, langsung saja ku belokkan ke sebuah hotel yang kelas Rp 50.000-an,

“Gimana Mbak, udah anget belum..” tanyaku di dalam kamar.

“Anget gimana? tidak ada yang memeluk kok anget..” jawab dia.

“Bener nich..” kataku.

Langsung saja kudekati dia dan tanpa canggung lagi aku mulai mencium bibirnya, dan dia pun membalas, ternyata dia begitu mudah terangsang oleh ciumanku yang langsung ku teruskan dengan menjilati leher disertai dengan gigitan kecil. Aku pun mulai bergerilya dengan menelusupkan tanganku di balik kaosnya. Busyet, dia tidak memakai BH di payudara yang berukuran 36B. Aku buka kaosnya dan tampaklah sebuah gundukan 36B dengan puting yang merah kecoklatan. Begitu bersih dan putih tubuhnya, kujilati leher dan pelan-pelan turun ke dadanya. Mbak Yana pun melenguh perlahan sambil mengacak-acak rambutku. Hingga sampai saat aku melingkar-lingkarkan lidahku di seputar puting susunya, dia makin keras melenguh, hal itu makin membuat nafsuku memuncak, “Iseep.. Dik.. iseepp.. teruss.. aahh..” Kusedot putingnya dan saking memuncaknya nafsuku, kugigit putingnya, dia semakin menggila mendesah-desah tak karuan.

Mengejar Birahi Anak Ibu Kosku

Perlahan-lahan aku memasukkan tanganku di balik celana jeansnya. Oh, begitu lembut bulu kemaluannya disertai dengan basahnya bibir kemaluannya. Kulepas baju dan celananya sampai keadaan telanjang bulat, begitu mulus tubuhnya, sejenak kupandangi tubuhnya dengan tertegun, lalu aku gantian melepas semua baju dan celanaku hingga kami berdua telanjang bulat tanpa selembar benang pun. Kugigit-gigit kecil dan jilati perutnya perlahan-lahan sambil terus turun ke arah pangkal pahanya, terus turun sampai ke telapak kaki kiri dan kanan. Kubalikkan badannya hingga dia tengkurap, lalu dari belakang leher kujilati perlahan-lahan sambil menggigit kecil dan turun, “Ohh.. Diikk.. terus Dikk.. oh.. oh.. enak Diikk..” erangan Mbak Yana disertai dengan belaian usapan telapak tangan lembutnya. Terus turun dari punggung ke arah pantat, sampai di pantat kugigit dia saking menahan nafsuku, dia pun meregang menjerit kecil.

Lalu hingga tiba di daerah selangkangannya, kulihat kemaluannya merah dan basah berkilat-kilat oleh karena lendir birahi, pelan-pelan kujilati pinggiran kemaluannya dengan gerakan melingkar di pinggir kemaluannya. Aku pun mulai membuka bibir kemaluannya dengan kedua tanganku tampaklah klitorisnya yang sudah menegang berwarna merah. Perlahan-lahan kujilat klitorisnya pelan tapi pasti sambil kugerakkan naik turun sepanjang garis kemaluannya. Mbak Yana pun makin mengerang, menghempaskan badannya ke kiri dan ke kanan sambil sesekali menjambak rambutku disertai teriakan kecil. POKER

Beberapa saat kemudian Mbak Yana mulai mengejang dan bergetar sambil meringis menahan sesuatu, “Ahh.. ahh.. Dik.. aku keluuaar..” sambil menggigit bibirnya. Mbak Yana bangkit lalu membalikkan badanku hingga aku pun terhempas telentang, dia mulai mencium bibirku, leher dan tibalah di daerah paling sensitif, di kedua putingku, aku mulai mendesah ketika Mbak Yana menjilatinya, Mbak Yana tanggap akan hal itu, dia terus menjilatinya dan karena aku tidak tahan lagi kusuruh dia menggigitnya keras-keras. Aku pun blingsatan menahan nikmat tak terkira, makin keras gigitannya makin puas kurasakan.

Di tengah kenikmatan itu tiba-tiba ada sesuatu yang merasuk dan menancap di kemaluannku, gila rasanya mau meletup dan pecah kepala ini merasakan kenikmatan itu, ternyata Mbak Yana sambil menggigit putingku dia memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya. “Bless..” batang kemaluanku yang masih kering itu pun terbenam di belahan daging hangat dan basahnya. Aku sempat menggigit dada Mbak Yana karena kenikmatan itu. Perlahan-lahan Mbak Yana menggerakkan badannya naik turun, sedangkan aku hanya terpejam diam menikmati surga dunia itu, “Aah.. ah.. ah.. gila kamu Mbak.. gila kamu.. ah.. Mbak pintar sekali.. enak Mbak.. oh.. terus.. ah.. ah..” aku mengerang kenikmatan.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

Mbak Yana yang terus menggoyang badannya membungkuk lalu menjilati dan menggigit putingku, satu gaya yang bisa membunuhku dengan kenikmatan, aku pasrah pada situasi.

“Bunuh aku dengan tubuhmu Mbak..” kataku, Mbak Yana hanya tersenyum simpul. Mbak Yana tetap di atasku tapi posisi punggungnya membelakangiku, aku kurang sreg lalu kusuruh dia berbalik lagi, Mbak Yana berbalik lagi dan dia menyodorkan payudaranya ke arah mulutku, aku pun mulai menghisap dan mengulum sekuatku.

Tiba-tiba tubuh Mbak Yana bergetar hebat sambil meremas kedua lenganku dan kadang-kadang mencakar, dia keluar untuk kedua kalinya. Aku berhenti sebentar, supaya kondisi kemaluannya pulih kembali sebab dia sudah mencapai puncak orgasmenya. Aku ganti di atas, perlahan-lahan kuarahkan kemaluanku ke depan bibir kemaluannya, sengaja tidak kumasukkan dulu tapi kubuat main-main dulu dengan cara kuserempetkan ujung kepala kemaluanku ke klitorisnya, dia mulai mengerang lagi. Dengan perlahan kumasukkan batang kemaluanku ke lubang kenikmatannya yang sudah basah oleh semprotan cairan Mbak Yana .

“Bless..” batang kemaluanku dengan gagahnya maju memasuki liang surga Mbak Yana .

“Ooh.. Dik.. enak Dik.. oh.. terruus.. Dik.. ohh.. oohh..” sambil tangannya meremas kedua putingku. Aku semakin mempercepat goyangan, setelah beberapa lama keringatku pun membasahi dada Mbak Yana , butir demi butir laknat pun jatuh seiring dengan bertambahnya argo dosaku, tubuh kami berdua berkeringat hingga kami pun bermandi peluh. Justru hal itulah yang membuatku makin bernafsu. Sambil merem melek aku menikmati hal itu, hingga perutku mulai mengeras, otot perut mulai mengencang siap untuk meledakkan sesuatu, bergetar hebat.

“Oh.. Mbak aku mau keluar.. Mbak.. oh.. aku mulai keluar Mbak.. Keluarin di mana Mbak.. dalem ya.. oh.. oh..” aku mengerang kenikmatan.

“Keluarin di dalam aja Dik, Mbak juga sudah mulai keluar kok.. yah.. yah.. terus Dik.. dipercepat.. ya begitu.. oh.. oh terus Dik..” dengan menjerit Mbak Yana terlihat pasrah.

“Ooh.. Mbak.. sekarang.. Mbak.. oh.. ah.. ahh.. sshh.. ah..”

“Croot.. croott.. croott.. crett..” kusemburkan spermaku di dalam liang kemaluan Mbak Yana , begitu banyak spermaku sampai-sampai tertumpah di sprei. CEMEQQ

Aku menjatuhkan badan di sisi Mbak Yana dengan mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, Mbak Yana bangun dan mengulum batang kemaluanku yang masih berlepotan spermaku, menjilat dan mengulumnya sampai bersih, rupanya dia menelan sisa-sisa sperma yang ada di batang kemaluanku, lalu terjatuh di sisiku juga. Kami berdua terengah-engah dengan nafas memburu, mencoba memahami apa yang kami lakukan tadi.

“Thank’s Mbak..” kukecup kening dan pipinya sambil meremas payudaranya.

“Ya aku puas dengan kamu Dik..” kata Mbak Yana .

Akhirnya kami terus melakukan hubungan itu, dimanapun dan kapanpun, di dapur, di kamar mandi, di kamarku, di saat sepi. Hingga kini kami terhanyut oleh kenikmatan surga dunia yang tiada bosan-bosannya kami rasakan.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Satu tanggapan untuk “Mengejar Birahi Anak Ibu Kosku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *