TagihanKu Terbayar Dengan Kepuasan Bu Dwi

CERITA SEKS ONLINE –

Namaku Abdul umurku 27 tahun , ibuku asli orang indonesia sementara ayahku imigran dari arab. Pekerjaanku sebagai buruh lepas jadi apa saja saya kerjakan selama menghasilkan uang. dan pengalaman ini saya alami dengan Bu Dwi tetanggaku , umurnya sudah 40 an tahun tapi bentuk tubuhnya masih sangat semok dan menggairahkan.

Waktu itu kira-kira jam 9 pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…

Trus sesampai di rumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah bu Dwi … “Pagi bu” sapaku “Eh, mas Abdul …,masuk..”

Aku pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Dwi pagi itu begitu seksi dengan menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat tubuh bu Dwi yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku dalam hati “Ini bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan.

Saya dobel aja, kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan. “Oalah….kenapa kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa dipakai dulu…” katanya. “Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Daripada ntar kepakai bulan depan saya jadi bingung bayarnya….” Jawabku.

“Mas Abdul ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah. “Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi. “Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas Abdul mau minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi. “Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.

“Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi. “Boleh deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum. Ibu Dwi pun langsung masuk ke dapur, Sementara aku hanya terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang. Ibu Dwi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi. CEMEQQ

“Silakan diminum mas…” “Terima kasih bu..” Jawabku. Bu Dwi duduk di sampingku sambil membuka lembaran buku catatan pembayaran listrik bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah krn daster bu Dwi agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yg putih dan padat berisi.

Nampaknya bu Dwi baru selesai mandi. Aku merasakan ****** aku mulai membesar melihat pemandangan yahud ini… “Nah ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel kah?” Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana.

“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya. “Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu Dwi sambil senyum. “Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup.

Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu Dwi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg menganga.. “Lho kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas” katanya. “eh…anu….nggak kok bu.

Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu Dwi yg begitu menantang.. Nampaknya bu Dwi mengetahui aku menyelidiki dadanya yg sekal itu..Namun bu Dwi hanya tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang mas Abdul liatin apa sih kok kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??”

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA SAMPAI 25.000.000 !! KLIK DISINI

“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu Dwi tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas Abdul lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal. Tiba2 bu Dwi menyentuh pahaku, “dari tadi ngeliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu Dwi sambil menunjuk dadanya.

“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup “Gak sengaja apa gak sengaja?? Kok diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku. “Suka ya???” Tanyanya lagi “Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu Dwi mengelus-elus pahaku.

“Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu Dwi langsung melumat bibirku dan tangannya meremas-remas ****** ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu Dwi , yang selalu jadi fantasi sex ku. Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu Dwi yang tadinya hanya aku liatin saja.

Kami saling melumat dan tangan bu Dwi terus meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menyusup dari sela-sela daster bu Dwi dan masuk ke dalam BHnya. Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu Dwi yang mulai mengeras.

“Terus mas Abdul …ssshhs, enak banget..” dan tangan bu Dwi mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehingga kini tinggal cd yang melekat. “Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti dilihat orang..” Dan kemudian mencium bibirku.

Bu Dwi langsung masuk ke kamar dan membuka dasternya, tubuh bu Dwi kini tinggal berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu Dwi mulai membuka bh dan cd nya. Kini bu Dwi telah telanjang bulat dihadapanku…

“Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu Dwi satu per satu dari atas sampai bawah. Tubuh bu Dwi memang sangat mulus, kulitnya putih, payudara nya begitu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu Dwi , begitu indah dengan klitoris yg menonjol, serta tidak ada satu helai pun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.

TagihanKu Terbayar Dengan Kepuasan Bu Dwi

“Kok malah bengong mas Abdul ….sini dong” Bu Dwi duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya. Tangan bu Dwi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku. “Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku keturunan arab….

”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu Dwi sambil mengelus-elus ****** ku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku jg tak lepas dari jilatan bu Dwi . Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu Dwi ini. Bu Dwi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun ke dadaku, putingku di hisap dan dijilati.

“Ouh..bu enak banget bu, terus bu” Kemudian bu Dwi berjongkok di hadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim. Kemudian masukkan kontolku ke mulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku…. “ahh….Terus bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu Dwi sehingga mulut bu Dwi terlihat penuh.

Sesekali bu Dwi menggunakan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat. Sekitar 10 menit bu Dwi mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku.

Ternyata bu Dwi sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara bu Dwi sambil aku jilat lehernya.

Payudara nya jg tak luput dari jilatan dan remasan ku sampai aku mulai mengulum putingnya. Bu Dwi hanya mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya dan bu Dwi melenguh nikmat karenanya….

Perlahan aku baringkan bu Dwi sambil terus melumati payudara nya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas Abdul pinter…..eeehmm..” bu Dwi menggeliat.

Aku pun menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu Dwi banyak banget keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yg bercampur lendirnya.. Aku pun mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan. BANDARQQ

Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…” Aku pun menjilatnya dan kemudian kumasukkan jariku kedalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan…. Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…”

Tak lama kemudian bu Dwi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mempercepat permainan fucking finger ku di memeknya.. “Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……” Aku Pun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..” Cairan bu Dwi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih.

Bu Dwi keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu Dwi dan kembali ku sodorkan kontolku.. Bu Dwi pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu Dwi . Sementara memek bu Dwi kembali basah dan aku terus mengelus elusnya.

Aku pun memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring.. Kulumat bibir bu Dwi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya.. “Shh..uhf.. nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..cepet mas aku udah ga tahan nih..gatel banget rasanya.”

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

Bu Dwi pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya ke depan hingga terlipat menyentuh payudara nya… Kini bibir memek bu Dwi muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot. Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu Dwi dan mulai menggesek-gesekannya.. ”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo mas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk ke dalam vagina bu Dwi yang sudah basah.

“Ouhhhh….pelan-pelan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu Dwi masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus memek bu Dwi …semakin lama semakin cepat.. “Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”.

Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu Dwi …lalu aku kulum putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar.

“Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu Dwi meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu Dwi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali..

“Ouh..aku keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,” Aku pun membalikkan badan bu Dwi dan ternyata bu Dwi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami doggy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu Dwi ..

“Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..Abdul …..terus sayang…..nikmat banget “ Aku terus memompa memek bu Dwi sambil meremas-remas payudara bu Dwi yang bergelantungan.. ”Ouh..ahh..terus mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu Dwi .

Aku pun merasa ada yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu Dwi . “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli lagi dengan beda usia kami. Aku panggil bu Dwi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya.

Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti dan cret…cret…..cret…. “ahhhh….. sayang….. uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu Dwi .

“Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu Dwi . Aku merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu Dwi orgasme lagi.. “aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu Dwi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya….. “makasih mas……enak bgt…..” ujar bu Dwi . DOMINOQQ

“Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudara nya lagi. “mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..” “Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudara nya.. Kami pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu Dwi melumat bibirku dan meremas kontolku….

“Uangnya dibawa aja dulu ya…..bulan depan aja bayarnya…..” kata bu Dwi di sela2 ciuman kami. “Aku balas meremas payudara nya lalu aku kulum lagi bibirnya. “kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku. “Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..

“Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku mainkan puting payudara nya…. Aku pun pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu Dwi lagi sepi. Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan tapi di rumah lagi ada anak-anaknya.

Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu Dwi puas dengan pelayanan yang aku berikan.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *