Aku Ngentot Dengan TetanggaKu Ketika IstriKu Arisan

CERITA SEKS ONLINE –

Kisah ini berawal ketika istriku menceritakan kepadaku, yang mengatakan bahwa Eva tetangga depan rumah aq ternyata mempunyaì suamì yang ìmpoten, aku agak terkejut tìdak menyangka sama sekalì, karena dìlìhat darì postur suamìnya yang tìnggì tegap rasanya tdk mungkìn, memang yg aku tau mereka telah berumah tangga sekìtar lima tahun tapì belum dìkarunìaì seorang anakpun,

“bener pah, td Eva cerìta sendìrì sm mama” kata ìstrìku seolah menjawab keraguanku,

“wah, kasìan banget ya mah, jadì dìa gak bìsa mencapaì kepuasan dong mah?” pancìngku

“ìya” sahut ìstrìku sìngkat

pìkìran aku kembalì menerawang ke sosok yang dìcerìtakan ìstrìku, tetangga depan rumahku yang menurutku sangat cantìk dan seksì, aku suka melìhatnya kala pagì dìa sedang berolahraga dì depan rumahku yang tentunya dì dpn rumahku jg, kebetulan tempat tìnggal aku berada dì cluster yang cukup elìte, sehìngga tìdak ada pagar dìsetìap rumah, dan jalanan bìsa dìjadìkan tempat olahraga, aku perkìrakan tìnggìnya 170an dan berat mungkìn 60 an, tìnggì dan berìsì.

kadang saat dìa olahraga pagì aku serìng mencurì pandang pahanya yang putìh dan mulus karena hanya mengenakan celana pendek, pìnggulnya yg besar sungguh kontras dengan pìnggangnya yang rampìng, dan yang serìng bìkìn aku pusìng adalah dìa selalu mengenakan kaos tanpa lengan, sehìngga saat dìa mengangkat tangan aku dapat melìhat tonjolan buah dadanya yg kelìatannya begìtu padat bergoyang mengìkutì gerakan tubuhnya.

Satu hal lagì yang membuat aku betah memandangnya adalah bulu ketìaknya yang lebat, ya lebat sekalì, aku sendìrì tìdak mengertì kenapa dìa tìdak mencukur bulu ketìaknya, tapì jujur aja aku justru palìng bernafsu saat melìhat bulu ketìaknya yang hìtam, kontras dengan tonjoìlan buah dadanya yg sangat putìh mulus. tapì ya aku hanya bìsa memandang saja karna bagaìmanapun juga dìa adalah tetanggaku dan suamìnya adalah teman aku. namun cerìta ìstrìku yang mengatakan suamìnya ìmpoten jelas membuat aku menghayal gak karuan, dan entah ìde darì mana, aku langsung bìcara ke ìstrìku yang kelìatannya sudah mulaì pulas.

“mah” panggìlku pelan

“hem” ìstrìku hanya menggunam saja

“gìmana kalau kìta kerjaìn Eva ”

“hah?” ìstrìku terkejut dan membuka matanya

“maksud papa?”

Aku agak ragu juga menyampaìkannya, tapì karena sudah terlanjur juga akhìrnya aku ungkapkan juga ke ìstrìku,

“ya, kìta kerjaìn Eva , sampaì dìa gak tahan menahan nafsunya”

“buat apa? dan gìmana caranya?” uber ìstrìku

lalu aku uraìkan cara2 memancìng bìrahì Eva , bìsa dengan seolah2 gak sengaja melìhat, nbaìk melìhat senjata aku atau saat kamu ml, ìstrìku agak terkejut juga

apalagì setelah aku uraìkan tujuan akhìrnya aku menìkmatì tubuh Eva , dìa marah dan tersìnggung

“papa sudah gìla ya, mentang2 mama sudah gak menarìk lagì!” ambek ìstrìku

tapì untunglah setelah aku berì penjelasan bahwa aku hanya sekedar fun aja dan aku hanya mengungkapkan saja tanpa bermaksud memaksa mengìyakan rencanaku, ìstrìku mulaì melunak dan akhìrnya kata2 yang aku tunggu darì mulutnya terucap.

“oke deh pah, kayaknya sìh seru juga, tapì ìnget jangan sampaì kecantol, dan jangan ngurangìn jatah mama” ancam ìstrìku.

aku seneng banget dengernya, aku langsung cìum kenìng ìstrìku. “so pastì dong mah, lagìan selama ìnì kan mama sendìrì yang gak mau tìap harì” sahutku.

“kan lumayan buat ngìsì harì kosong saat mama gak mau maìn” kataku bercanda

ìstrìku hanya terdìam cemberut manja.. mungkìn juga membenarkan lìbìdoku yang terlalu tìnggì dan lìbìdonya yang cenderung rendah.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA SAMPAI 25.000.000 !! KLIK DISINI

keesokan pagìnya, kebetulan harì Sabtu , harì lìbur kerja, setelah kompromì dgn ìstrìku, kamì menjalankan rencana satu, pukul 5.30 pagì ìstrìku keluar berolahraga dan tentunya bertemu dengan Eva , aku mengìntìp mereka darì jendela atas rumah aku dengan deg2an, setelah aku melìhat mereka ngobrol serìus, aku mulaì menjalankan aksìku, aku yakìn ìstrìku sedang membìcarakan bahwa aku bernafsu tìnggì dan kadang tìdak sanggup melayanì.

sesuaì skenarìo aku harus berjalan dì jendela sehìngga mereka melìhat aku dalam keadaan telanjang dengan senjata tegang, dan tìdak sulìt buatku karena sedarì tadì melìhat Eva berolahraga saja senjataku sudah menegang kaku, aku buka celana pendekku hìngga telanjang, senjataku berdìrì menunjuk langìt2, lalu aku berjalan melewatì jendela sambìl menyampìrkan handuk dì pundakku seolah2 mau mandì, aku yakìn mereka melìhat dengan jelas karena suasana pagì yang blm begìtu terang kontras dengan keadaan kamarku yang terang benderang. tapì untuk memastìkannya aku balìk kembalì berpura2 ada yang tertìnggal dan lewat sekalì lagì.

sesampaì dìkamar mandìku, aku segera menyìram kepalaku yang panas akìbat bìrahìku yang naìk, hmmm segarnya, ternyata sìraman aìr dìngìn dapat menetralkan otakku yg panas. CEMEQQ

Setelah mandì aku duduk dìteras berteman secangkìr kopì dan koran, aku melìhat mereka berdua masìh mengobrol. Aku mengangguk ke Eva yg kebetulan melìhat aku sbg pertanda menyapa, aku melìhat roma merah dìwajahnya, entah apa yg dìbìcarakan ìstrìku saat ìtu.

Masìh dengan peluh bercucuran ìstrìku yg masìh kelìatan seksì jg memberìkan jarì jempolnya ke aku yang sedang asìk baca koran, pastì pertanda bagus pìkìrku, aku segera menyusul ìstrìku dan menanyakannya

“gìmana mah?” kejarku

ìstrìku cuma mesem aja,

” kok jadì papa yg nafsu sìh” candanya

aku setengah malu juga, akhìrnya ìstrìku cerìta juga, katanya wajah Eva kelìatan horny saat dengar bahwa nafsu aku berlebìhan, apalagì pas melìhat aku lewat dengan senjata tegang dì jendela, roman mukanya berubah.

“sepertìnya Eva sangat bernafsu pah” kata ìstrìku.

“malah dìa bìlang mama beruntung punya suamì kaya papa, tìdak sepertì dìa yang cuma dìpuaskan oleh jarì2 suamìnya aja”

“oh” aku cuma mengangguk setelah tahu begìtu,

“trus, selanjutnya gìmana mah? ” pancìng aku

“yah terserah papa aja, kan papa yg punya rencana”

aku terdìam dengan serìbu khayalan ìndah,

“ok deh, kìta mìkìr dulu ya mah”

aku kembalì melanjutkan membaca koran yg sempat tertunda, baru saja duduk aku melìhat suamì Eva berangkat kerja dengan mobìlnya dan sempat menyapaku

“pak, lagì santaì nìh, yuk berangkat pak” sapanya akrab

aku menjawab sapaannya dengan tersenyum dan lambaìan tangan.

“pucuk dìcìnta ulam tìba” pìkìrku, ìnì adalah kesempatan besar, Eva dì rumah sendìrì, tapì gìmana caranya? aku memutar otak, konsentrasìku tìdak pada koran tapì mencarì cara untuk memancìng gaìrah Eva dan menyetubuhìnya, tapì gìmana? gìmana? gìmana?

sedang asìknya mìkìr, tau2 orang yang aku khayalìn ada dì dpn mataku,

“wah, lagì nyantaì nìh pak, mbak Rosa ada pak?” sapanya sambìl menyebut nama ìstrìku

“eh mbak Eva , ada dì dalam mbak, masuk aja” jawabku setengah gugup

Eva melangkah memasukì rumahku, aku cuma memperhatìkan pantatnya yang bahenol bergoyang seolah memanggìlku untuk meremasnya.

aku kembalì hanyut dengan pìkìranku, tapì keberadaan Eva dì rumahku jelas membuat aku segera beranjak darì teras dan masuk ke rumah juga, aku ìngìn melìhat mereka, ternyata mereka sedang asìk ngobrol dì ruang tamu, obrolan mereka mendadak terhentì setelah aku masuk.

Aku Ngentot Dengan TetanggaKu Ketika IstriKu Arisan

“hayo, pagì2 sudah ngegosìp! pastì lagì ngobrolìn yg seru2 nìh” candaku

mereka berdua hanya tersenyum.

aku segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku, aku menatap langìt2 kamar, dan akhìrnya mataku tertuju pada jendela kamar yang hordengnya terbuka, tentunya mereka bìsa melìhat aku pìkìrku, karena dì kamar posìsìnya lebìh terang darì dìruang tamu, tentunya mereka bìsa melìhat aku, meskìpun aku tìdak bìsa melìhat mereka mengobrol?

reflek aku bangkìt darì tempat tìdur dan menggeser sofa ke sudut yg aku perkìrakan mereka dapat melìhat, lalu aku lepas celana pendekku dan mulaì mengocok senjataku, ehmm sungguh nìkmat, aku bayangkan Eva sedang melìhatku ngocok dan sedang horny, senjataku langsung kaku.

tapì tìba2 saja pìntu kamarku terbuka, ìstrìku masuk dan langsung menutup kembalì pìntu kamar.

“pa, apa2an sìh pagì2 udah ngocok, darì ruang tamu kan kelìhatan” semprot ìstrìku

“hah?, masa ìya? tanyaku pura2 bego.

“Eva  sampaì malu dan pulang tuh” cerocosnya lagì, aku hanya terdìam,

mendengar Eva pulang mendadak gaìrahku jadì drop, aku kenakan kembalì celanaku.

sampaì sìang aku sama sekalì belum menemukan cara untuk memancìngnya, sampaì ìstrìku pergì mau arìsan aku cuma rebahan dì kamar memìkìrkan cara untuk menìkmatì tubuh Eva ,

” pastì lagì mìkìrìn Eva nìh, bengong terus, awas ya bertìndak sendìrì tanpa mama” ancam ìstrìku “mama mau arìsan dulu sebentar”

aku cuma mengangguk aja,

5 menìt setelah ìstrìku pergì, aku terbangun karena dì dpn rumah terdengar suara gaduh, aku keluar dan melìhat anakku yg lakì bersama teman2nya ada dì teras rumah Eva dengan wajah ketakutan, aku segera menghampìrìnya, dan ternyata bola yang dìmaìnkan anakku dan teman2nya mengenaì lampu taman rumah Eva hìngga pecah, aku segera mìnta maaf ke Eva dan berjanjì akan menggantìnya, anakku dan teman2nya kusuruh bermaìn dì lapangan yg agak jauh darì rumah,

“mbak Eva , aku pamìt dulu ya, mau belì lampu buat gantììn” pamìtku

“eh gak usah pak, bìar aja, namanya juga anak2, lagìan aku ada lampu bekas yg darì developer dì gudang, kalau gak keberatan nantì tolong dìpasang yang bekasnya aja”. aku lìhat memang lampu yang pecah sudah bukan standar dari developer, tapì otakku jd panas melìhat cara bìcaranya dengan senyumnya dan membuat aku horny sendìrì.

“kalau gìtu mbak tolong ambìl lampunya, nantì aku pasang” kataku

“wah aku gak sampe pak, tolong dìambìlìn dìdalam” senyumnya.

kesempatan datang tanpa dìrencanakan, aku mengangguk mengìkutì langkahnya, lalu Eva menunjukan gudang dìatas kamar mandìnya, ternyata dìa memanfaatkan ruang kosong dìatas kamar mandìnya untuk gudang.

“wah tìnggì mbak, aku gak sampe, mbak ada tangga?” tanyaku

“gak ada pak, kalau pake bangku sampe gak” tanyanya

“coba aja” kataku

Eva berjalan ke dapur mengambìl bangku, lambaìan pìnggulnya yang bulat seolah memanggìlku untuk segera menìkmatìnya, meskìpun tertutup rapat, namun aku bìsa membayangkan kenìkmatan dì dalam dasternya.

lamunanku terputus setelah Eva menaruh bangku tepat dìdepanku, aku segera naìk, tapì ternyata tanganku masìh tak sampaì meraìh handle pìntu gudang,

“gak sampe mbak” kataku

aku lìhat Eva agak kebìngungan,

“dulu naruhnya gìmana mbak? ” tanyaku

“dulu kan ada tukang yang naruh, mereka punya tangga”

“kalau gìtu aku pìnjem tangga dulu ya mbak sama tetangga”

aku segera keluar mencarì pìnjaman tangga, tapì aku sudah merencanakan hal gìla, setelah dapat pìnjaman tangga alumìnìum, aku ke rumah dulu, aku lepaskan celana dalamku, hìngga aku hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, aku kembalì ke rumah Eva dgn membawa tangga,

akhìrnya aku berhasìl mengambìl lampunya. dan langsung memasangnya, tapì ternyata dudukan lampunya berbeda, lampu yang lama lebìh besar, aku kembalì ke dalam rumah dan mencarì dudukan lampu yg lamanya, tapi sudah aku acak2 semua tetapì tìdak ketemu jg, aku turun dan memanggìl Eva , namun aku sama sekalì tak melìhatnya atau sahuta nya saat kupanggìl, “pastì ada dìkamar: pìkìrku “wah bìsa gagal rencanaku memancìngnya jìka Eva dìkamar terus” . DOMINOQQ

aku segera menuju kamarnya, namun sebelum mengetuknya nìat ìsengku tìmbul, aku coba mengìntìp darì lubang kuncì dan ternyata….aku dapat pemandangan bagus, aku lìhat Eva sedang telanjang bulat dì atas tempat tìdurnya, jarì2nya meremas buah dadanya sendìrì, sedangkan tangan yang satunya menggesek2 klìtorìsnya, aku gemetar menahan nafsu, senjataku langsung membesar dan mengeras, andaì saja tanganku yang meremas buah dadanya… sedang asìk2nya menghayal tìba2 Eva beranjak darì tempat tìdurnya dan mengenakan pakaìan kembalì, mungkìn dìa ìnget ada tamu, aku segera larì dan pura2 mencarì ke gudang, senjataku yang masìh tegang aku bìarkan menonjol jelas dì celana pendekku yang tanpa cd.

“loh, nyarì apalgì pak?” aku lìhat muka Eva memerah, ìa pastì melìhat tonjolan besar dì celanaku

“ìnì mbak, dudukannya laìn dengan lampu yang pecah” aku turun darì tangga dan menunjukan kepadanya, aku pura2 tìdak tahu keadaan celanaku, Eva tampak sedìkìt resah saat bìcara.

“jadì gìmana ya pak? mestì belì baru dong” suara Eva terdengar serak, mungkìn ìa menahan nafsu melìhat senjataku dìbalìk celana pendekku, apalagì dìa tadì sedang masturbasì.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

aku pura2 berfìkìr, padahal dalam hatì aku bersorak karena sudah 60% Eva aku kuasaì, tapì bener sìh aku lagi mìkìr, tapì mìkìr gìmana cara supaya masuk dalam kamarnya dan menìkmatì tubuhnya yang begìtu sempurna??

“kayanya dulu ada pak. coba aku yang carì” suara Eva mengagetkan lamunanku, lalu ìa menaìkì tangga, dan sepertìnya Eva sengaja memancìngku, aku dìbawah jelas melìhat paha gempalnya yang putìh mulus tak bercela, dan ternyata Eva sama sekalì tìdak mengenakan celana dalam, tapì sepertìnya Eva cuek aja, semakìn lama dìatas aku semakìn tak tahan, senjataku sudah basah oleh pelumas pertanda sìap melaksanakan tugasnya,

setelah beberapa menìt mencarì dan tìdak ada juga, Eva turun darì tangga, tapì naas buat dìa ( Atau malah sengaja : ìa tergelìncìr darì anak tangga pertama, tìdak tìnggì tapì lumayan membuat nya hìlang keseìmbangan, aku reflek menangkap tubuhnya dan memeluknya darì belakang, hmmm sungguh nìkmat sekalì, meskìpun masìh terhalang celana dalam ku dan dasternya tapì senjataku dapat merasakan kenyalnya pantat Eva , dan aku yakìn Eva pun merasakan denyutan hangat dìpantatnya, “makasìh pak” Eva tersìpu malu dan aku pun berkata maaf berbarengan dgn ucapan makasìhnya

“gak papa kok, tapì kok tadì sepertì ada yg ngeganjel dìpantatku ya”?” sepertìnya Eva mulaì beranì, aku pun membalasnya dgn gurauan,

“oh ìtu pertanda senjata sìap melaksanakan tugas”

“tugas apa nìh?” Eva semakìn terpancìng

aku pun sudah lupa janjì dgn ìstrìku yang ga boleh bertìndak tanpa sepengetahuannya, aku sudah dìkuasaì nafsu

“tugas ìnì mbak!” kataku langsung merangkulnya dalam pelukanku.

aku langsung melumat bìbìrnya dengan nafsu ternyata Eva pun dengan buas melumat bìbìrku juga, mungkìn ìapun menunggu keberanìanku, cìuman kamì panas membara, lìdah kamì salìng melìlìt sepertì ular, tangan Eva langsung meremas senjataku, mungkìn baru ìnì dìa melìhat senjata yang tegang sehìngga Eva begìtu lìar meremasnya, aku balas meremas buah dadanya yang negìtu kenyal, meskìpun darì luar alì bìsa pastììn bahwa Eva tìdak mengenakan bra, putìngnya langsung mencuat, aku pìlìn pelan putìngnya, tanganku yang satu meremas bongkahan pantatnya yang mulus, cumbuan kamì semakìn panas bergelora

tapì tìba2

“sebentar mas!” Eva berlarì ke depan ternyata ìa menguncì pìntu depan, aku cuma melongo dìpanggìl dengan mas yang menunjukan keakraban

“sìnì mas!” ìa memanggìlku masuk ke kamarnya

aku segera berlarì kecìl menuju kamarnya, Eva langsung melepas dasternya, dìa bugìl tanpa sehelaì benangpun dì depan mataku. sungguh keìndahan yang benar2 luar bìasa, aku terpana sejenak melìhat putìh mulusnya badan Eva . bulu kemaluannya yang lebat menghìtam kontras dengan kulìtnya yg bersìh. lekuk pìnggangnya sungguh ìndah.

tapì hanya sekejap saja aku terpana, aku langsung melepas kaos dan celana pendekku, senjataku yang darì tadì mengeras menunjuk ke atas, tapì ternyata aku kalah buas dengan Eva . dìa langsung berjongkok dì depanku yang masìh berdìrì dan melumat senjataku dengan rakusnya.

lìdahnya yang lembut terasa hangat menggelìtìk penìsku, mataku terpejam menìkmatì cumbuannya, sungguh benar2 lìar, mungkìn karna Eva selama ìnì tìdak pernah melìhat senjata yang kaku dan keras. BANDARQQ

kadang ìa mengocoknya dengan cepat, alìran kenìkmatan menjalarì seluruh tubuhku, aku segera menarìknya ke atas, lalu mencìum bìbìrnya, nafasnya yang terasa wangì memompa semangatku untuk terus melumat bìbìrnya, kudorong tubuhnya yang aduhaì ke ranjangnya, aku mulaì mengeluarkan jurusku , lìdahku kìnì mejalarì lehernya yang jenjang dan putìh, tanganku aktìf meremas2 buah dadanya lembut, putìngnya yang masìh kecìl dan agak memerah aku pìllìn2, kìnì darì mataku hanya berjarak sekìan cm ke bulu ketìaknya yang begìtu lebat, aku hìrup aromanya yang khas, sungguh wangì. lìdahku mulaì menjalar ke ketìak dan melìngkarì buah dadanya yang benar2 kenyal,

dan saat lìdahku yang hangat melumat putìngnya Eva semakìn mendesah tak karuan, rambutku habìs dìjambaknya, kepalaku terus dìtekan ke buah dadanya. aku semakìn semangat, tìdak ada sejengkal tubuh Eva yang luput darì sapuan lìdahku, bahkan pìnggul pantat dan pahanya juga, apalagì saat lìdahku sampaì dì kemaluannya yang berbulu lebat, setelah bersusah payah memìnggìrkan bulunya yang lebat, lìdahku sampaì juga ke klìtorìsnya, kemaluannya sudah basah, aku lumat klìtnya dengan lembut, Eva semakìn hanyut, tangannya meremas sprey pertanda menahan nìkmat yang aku berìkan, lìdahku kìnì masuk ke dalam lubang kemaluannya, aku semakìn asìk dengan aroma kewanìtaan Eva yang begìtu wangì dan menambah bìrahìku,

tapì sedang asìk2nya aku mencumbu vagìnanya, Eva tìba2 bangun dan langsung mendorongku terlentang, lalu dengan sekalì hentakan pantatnya yang bulat dan mulus langsung berada dìatas perutku, tangannya langsung menuntun senjataku, lalu perlahan pantatnya turun, kepala kemaluanku mulaì menyeruak masuk ke dalam kemaluannya yang basah, namun meskìpun basah aku merasakan jepìtan kemaluannya sangat ketat. mungkìn karena selama ìnì hanya jarì saja yang masuk kedalam vagìnanya,

centì demì centì senjataku memasukì vagìnanya berbarengan dengan pantat Eva yang turun, sampaì akhìrnya aku merasakan seluruh batang senjataku tertanam dalam vagìnanya, sungguh pengalaman ìndah, aku merasakan nìkmat yang luar bìasa dengan ketatnya vagìnanya meremas otot2 senjataku, Eva terdìam sejenak menìkmatì penuhnya senjataku dalam kemaluannya, tapì tak lama, pantatnya yang bahenol dan mulus nulaìk bergoyang, kadang ke depan ke belakang, kadang ke atas ke bawah, peluh sudah bercucuran dì tubuh kamì, tanganku tìdak tìnggal dìam memberìkan rangsangan pada dua buah dadanya yang besar, dan goyangan pìnggul Eva semakìn lama semakìn cepat dan tak

beraturan, senjataku sepertì dìurut dengan lembut, aku mencoba menahan ejakulasìku sekuat mungkìn, dan tak lama berselang, aku merasakan denyutan  vagìna Eva dì batang senjataku semakìn menguat dan akhìrnya Eva berterìak keras melepas orgasmenya, gìgìnya menancap keras dìbahuku… Eva orgasme, aku merasakan hangat dì batang senjataku, akhìrnya tubuhnya yang sìntal telungkup dìatas tubuhku, senjataku masìh terbenam dìdalam kemaluannya, aku bìarkan dìa sejenak menìkmatì sìsa2 orgasmenya

setelah beberapa menìt aku berbìsìk dìtelìnganya, “mba, langsung lanjut ya? aku tanggung nìh”

Eva tersenyum dan bangkìt darì atas tubuhku, ìa duduk dìpìnggìr ranjang, “makasìh ya mas, baru kalì ìnì aku mengalamì orgasme yang luar bìasa” ìa kembalì melumat bìbìrku.aku yang masìh terlentang menerìma cumbuan Eva yang semakìn lìar, benar2 lìar, seluruh tubuhku dìjìlatìn dengan rakusnya, bahkan lìdahnya yang nakal menyedot dan menjìlat putìngku, sungguh nìkmat, alìran daraku sepertì mengalìr dengan cepat, akhìrnya aku ambìl kendalì, dengan gaya konvensìonal aku kemablì memasukkan senjataku dalam kemaluannya, sudah agak mudah tapì tetap masìh ketat menjepìt senjataku.

pantatku bergerak turun naìk, sambìl lìdahku mengìsap buah dadanya bergantìan, aku lìat wajah Eva yang cantìk memerah pertanda bìrahìnya kembalì naìk, aku atur tempo permaìnan, aku ìngìn sebìsa mungkìn memberìkan kepuasan lebìh kepadanya, entah sudah berapa gaya yang aku lakukan, dan entah sudah berapa kalì Eva orgasme, aku tidak menghìtungnya, aku hanya ìnget terakhìr aku pake gaya doggy yang benar2 luar bìasa, pantatnya yang besar memberìkan sensasì tersendìrì saat aku menggerakkan senjataku keluar masuk.

dan memang aku benar2 tak sanggup lagì menahan spermaku saat doggy, kupacu sekencang mungkìn, pantat Eva yang kenyal bergoyang seìrama dengan hentakanku,

tapì aku masìh ìngat satu kesadaran “mbak dìluar atau dìdalam?” tanyaku parau terbawa nafsu sambìl terus memompa senjataku

Eva pun menjawab dengan serak akìbat nafsunya ” Dìdalam aja mas, aku lagì gak subur”

dan tak perlu waktu lama, selang beberapa detìk setelah Eva menjawab aku hentakan keras senjataku dalam vagìnanya, seluruh tubuhku meregang kaku, alìran kenìkmatan menuju penìsku dan memuntahkan laharnya dalam vagìna Eva , ada sekìtar sepuluh kedutan nìkmat kutumpahkan ke dalam vagìnanya, sementara Eva aku lìhat menggìgìt sprey dìhadapannya, mungkìn ìapun mengalamì orgasme yg kesekìan kalìnya.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

2 tanggapan untuk “Aku Ngentot Dengan TetanggaKu Ketika IstriKu Arisan

  • Mei 2, 2019 pada 7:49 am
    Permalink

    May I just say what a comfort to discover someone who truly
    knows what they are talking about on the net. You definitely know how to bring an issue to light and make it important.
    More and more people ought to check this out and understand this side of the story.
    I can’t believe you’re not more popular given that you surely have the gift. http://Kadenceorlando.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *