Tante Lisa Dan Tante Eva Istri PamanKu

CERITA SEKS ONLINE –

Namaku Zico umur aku sekarang 25 tahun , aku punya perawakan yg gagah , badan atletis dengan perut yg 6 pack karena saya sering olahraga .

kejadian ini terjadi saat umur saya baru 21 tahun yah benar sudah 4 tahun lalu dan masih berlanjut sampai sekarang..

Waktu itu saya ke villa pamanku karena pamanku meminta tolong untuk bersih – bersih villanya .dan ketika aku membersihkan kamar tante Lisa aku menemukan sebuah album foto yang ternyata berisi foto bugil Tante-Tanteku. Ku Bolak balik foto-foto tersebut yang menampakkan tubuh-tubuh telanjang Tante-Tanteku, walaupun ada yang sudah berumur diatas 40 tahun seperti Tante Eva dan Tante Rani tapi tubuh mereka tidak kalah dengan kedua istri pamanku yang lain.

Membuat aku terangsang dan ingin merasakan hangatnya tubuh mereka. Hingga ada ide gila untuk memperalat mereka melalui foto-foto tersebut. Mulai kususun rencana siapa yang pertama aku kerjain, lalu kupilih Tante Tante Eva (45 tahun) dan Tante Lisa (37 tahun).

oh ya,pamanku punya 4 orang istri dan smua mendapatkan fasilitas rumah sendiri maklum lah pamanku bisa di bilang seorang konglomerat . dia punya tambang batu bara dan juga punya perusahaan penyulingan minyak kelapa sawit (PKS).

Aku telepon rumah Tante Eva dan Tante Lisa . Aku minta mereka untuk menemuiku di villa keluarga. Aku sendiri lalu bersiap untuk pergi ke sana. Sampai disana ku minta penjaga villa untuk pulang kampung. Tak lama kemudian Tante Eva dan Tante Lisa sampai. Kuminta mereka masuk ke ruang tamu.

“Ada apa sih Zico ?” tanya Tante Eva yang mengenakan kaos lengan panjang dengan celana jeans.

“Duduk dulu Tante,” jawabku.

“Iya ada apa sih?” tanya Tante Lisa yang mengenakan Kemeja you can see dengan rok panjang.

“Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa?”, kataku sambil mengeluarkan sebuah bungkusan yang di dalamnya berisi setumpuk foto. Tante Eva lalu melihat foto apa yang ditunjukkan olehnya.

“Darimana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Tante Eva panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.

“Zico .. apa-apaan ini, darimana barang ini?” tanya Tante Lisa dengan tegang.

“Hhhmm.. begini Tante Eva , waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Yani saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-Tante yang aduhai itu,” jawabku sambil tersenyum.

“Baik.. kalau gitu serahkan klisenya?” Kata Tante Lisa .

“Baik tapi ada syaratnya lho,” jawabku.

“Katakan apa syaratnya dan kita selesaikan ini baik-baik,” kata Tante Eva dengan ketus.

“Iya Zico , tolong katakan apa yang kamu minta, asal kamu kembalikan klisenya,” tambah Tante Lisa memohon.

“Ooo.. nggak, nggak, saya nggak minta apa-apa, Cuma saya ingin melihat langsung Tante telanjang,” kataku.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA YAMAHA AEROX !! KLIK DISINI

“Jangan kurang ajar kamu!” kata Tante Eva dan Tante Lisa dengan marah dan menundingnya. “Wah.. wah.. jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-Tante sendiri yang ceroboh kan,” jawabku sambil menggeser dudukku lebih dekat lagi.

“Bagaimana Tante?”

“Hei.. jangan kurang ajar, keterlaluan!!” bentak Tante Lisa sambil menepis tanganku.

“Bangsat.. berani sekali, kamu kira siapa kami hah.. dasar orang kampung!!” Tante Eva menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.

“Hehehe.. ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto itu diterima paman di kantor, wah bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh!!” kataku lagi.

Kulihat kananku Tante Eva tertegun diam, kurasa dia merasakan hal yang kuucapkan tadi. Kenapa harus kami yang tanggung jawab,

“Tante-Tantemu yang lain kok tidak?” tanya Tante Eva lemas.

“Oh, nanti juga mereka akan dapat giliran,” jawabku.

“Bagaimana Tante? Apa sudah berubah pikiran?”

“Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?” tanya Tante Lisa .

“Iya, dan kalau boleh sekalian memegangnya?” jawabku.

“Kamu jangan macam-macam Zico , hardik Tante Eva .”

“Biarlah Mbakyu, daripada ketahuan,” jawab Tante Lisa sambil berdiri dan mulai melepas pakaiannya, diikuti Tante Eva sambil merengut marah.

Hingga tampak kedua Tanteku itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Eva walau sudah berusia 45 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan sedikit gemuk dengan kedua payudaranya yang besar menggantung bergoyang-goyang dengan puting susunya juga besar. Turun kebawah tampak pinggulnya yang lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat.

Tidak kalah dengan tubuh Tante Lisa yang berusia 37 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yang tidak begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yang sedikit naik keatas. Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.

“Sudah Zico ?” tanya Tante Eva sambil mulai memakai bajunya kembali.

“Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat vagina Tante berdua dengan jelas,” jawabku.

“Kurang ajar kamu,” kata Tante Lisa setengah berteriak. BANDARQQ

“Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?” jawabku.

“Baiklah,” balas Tante Eva ketus,

“Apalagi yang mesti kami lakukan?”

“Coba Tante berdua duduk di sofa ini,” kataku.

“Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua,” kataku ketika mereka mulai duduk.

“Begini Zico , Cepat ya,” balas Tante Lisa sambil membuka lebar kedua pahanya.

Hingga tampak vaginanya yang berwarna kemerahan.

“Tante Eva juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih,” kataku sambil jongkok diantara mereka berdua.

“Beginikan,” jawab Tante Eva yang juga mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan rambut kemaluannya ke samping hingga tampak vaginanya yang kecoklatan.

“Zico  pegang sebentar ya?” kataku sambil tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Eva sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Lisa . Kumainkan jari-jari kedua tanganku di vagina Tante Eva dan Tante Lisa .

Tante Lisa Dan Tante Eva Istri PamanKu

“Sudah belum, Zico .. Ess..,” kata Tante Eva sedikit mendesah.

“Eeemmhh.. uuhh.. jangan Zico , tolong hentikan.. eemmhh!” desah Tante Lisa juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.

“Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa?” tanyaku pura-pura sambil terus memainkan kedua tanganku di vagina Tante Eva dan Tante Lisa yang mulai membasah.

“Eh, ini apa Tante?” tanyaku pura-pura sambil mengelus-elus klitoris mereka.

“Ohh.. Itu klitoris namanya Zico , jangan kamu pegang ya..,” desis Tante Eva menahan geli.

“Iya jangan kamu gituin klitoris Tante dong,” dasah Tante Lisa .

“Memang kenapa Tante, tadi katanya boleh,” kataku sambil terus memainkan klitoris mereka. “Sshh.., oohh.., geliss.., coo,” rintih Tante Eva dan Tante Lisa .

“Ini lubang vaginanya ya Tante?” tanyaku sambil memainkan tanganku di depan lubang vagina mereka yang semakin basah.

“Boleh dimasukin jari nggak Tante?”

Kembali jariku membuka belahan vagina mereka dan memasukkan jariku, slep.. slep.. bunyi jariku keluar masuk di lubang vagina Tante Lisa dan Tante Eva yang makin mendesah-desah tidak karuan,

“Jangan Zico , jangan kamu masukin jari kamu.. Oohh..,” rintih Tante Lisa .

“Jangan lho Zico .. sshh..,” desah Tante Eva sambil tangannya meremasi sofa.

“Kenapa? Sebentar saja kok, dimasukkin ya,” kataku sambil memasukkan jari tengahku ke vagina mereka masing-masing.

“Aaahh.., Zico ..,” desah Tante Eva dan Tante Lisa bersama-sama merasakan jari Zico menelusur masuk ke lubang vagina mereka.

“Ssshh.. eemmhh..!!” Tante Eva dan Tante Lisa mulai meracau tidak karuan saat jari-jariku memasuki vagina dan memainkan klitoris mereka.

“Bagaimana Tante Eva ,” tanyaku mulai memainkan jariku keluar masuk di vagina mereka.

“Saya cium ya vagina Tante Eva ya?” tanyaku sambil mulai memainkan lidahku di vaginanya. “Sebentar ya Tante Lisa ,” kataku.

“Jangan.., sshh.. Zico .. ena.., rintih Tante Eva sambil tangannya meremasi rambutku menahan geli.

“Gimana Tante Eva , geli tidak..,” tanya Zico .

“Ssshh.. Zico .. Geli ss..,” rintihnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sambil tangannya meremasi sendiri kedua payudaranya.

“Teruss.. Zico ,” desis Tante Eva tak kuat lagi menahan nafsunya.

Sementara Tante Lisa memainkan vaginanya sendiri dengan jari tanganku yang ia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Eva kian mendesah ketika mendekati orgasmenya dan

“Aaahh ss.., Tante sudah nggak kuat lagi,” rintih Tante Eva merasakan lidahku keluar masuk dilubang vaginanya.

“Tante Eva keluar Zico ..,” desah lemas Tante Eva dengan kedua kakinya menjepit kepalaku di selangkangannya. Tahu Tante Eva sudah keluar aku bangkit lalu pindah ke vagina Tante Lisa dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Eva Tante Lisa juga merintih tidak karuan ketika lidahku mengocok lubang vaginanya.

“Aah ss.., Zico ,.., enak ss..,” rintih Tante Lisa sambil menekan kepalaku ke selangkangannya.

Tante Lisa di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang vagina Tante Lisa , ku sedot-sedot klitoris vagina Tante Lisa yang sudah basah itu,

“Teruss.., Zico o.., Tante.., mau kelu.. Aah ss..,” rintih Tante Lisa merasakan orgasme pertamanya. Zico lalu duduk diantara Tante Eva dan Tante Lisa .

“Gantian dong Tante, punyaku sudah tegang nih,” menunjukkan sarung yang aku pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Eva dan tante Lisa . Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku.

“Kamu nakal Zico , ngerjain kami,” kata Tante Eva sambil tangannya membuka sarungku hingga tampak penisku yang mengacung tegang keatas. DOMINOQQ

“Iya.., awas kamu Zico .. Tante hisap punya kamu nanti..,” balas Tante Lisa sambil memasukkan penisku ke mulutnya.

“Ssshh.. Tante.. terus..,” rintih Zico sambil menekan kepala Tante Lisa yang naik turun di penisnya. Tante Eva terus menjilati penisku gantian dengan Tante Lisa yang lidahnya dengan liar menjilati penisku, dan sesekali memasukkannya ke dalam mulutnya serta menghisap kuat-kuat penisku didalam mulutnya. Sluurrpp.. sluurpp.. sshhrrpp.. demikian bunyinya ketika dia menghisap.

“Sudah.. Tante, Zico nggak kuat lagi..,” rintih Tante Lisa sambil mengangkat kepalaku dari vaginanya.

“Tunggu dulu ya Tante Eva , biar saya dengan Tante Lisa dulu,” kataku sambil menarik kepala Tante Eva yang sedang memasukkan penisku ke mulutnya.

“Tante Lisa sudah nggak tahan nih,” kataku sambil membuka lebar-lebar kedua paha Tante Lisa dan berlutut diantaranya.

“Cepatss.. Zico ,” desah Tante Lisa sambil tangannya mengarahkan penisku ke vaginanya. “Asshhss..,” rintih Tante Lisa panjang merasakan penisku meluncur mulus sampai menyentuh rahimnya. Tante Lisa mengerang setiap kali aku menyodokkan penisnya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati “perkosaan” ini, aku tidak peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tanteku sendiri. Kuminta Tante Lisa untuk menjilati vagina Tante Eva yang jongkok di atas mulutnya.

“Ushshs.. Geli dik,” desis Tante Eva setiap kali lidah Tante Lisa memasuki vaginanya. Sementara aku sambil menyetubuhi Tante Lisa tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Eva . Tiba-tiba Tante Lisa mengangkat pinggulnya sambil mengerang panjang keluar dari mulutnya. “Ahhss.. Zico Tante keluar.. ”

“Sudah keluar ya Tante Lisa , sekarang giliran tante Eva ya,” kataku sambil menarik Tante Eva untuk naik ke pangkuanku.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

Tante Eva hanya pasrah saja menerima perlakuannya. Kuarahkan penisku ke vagina Tante Eva Lalu Aaahh.. desah Tante Eva merasakan lubang vaginanya dimasuki penisku sambil pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goyangan Tante Eva sambil ‘menyusu’ kedua payudaranya yang tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.

“Teruss.. Tante, vagina Tante enak..,” rintihku sambil terus dalam mulutku menghisap-hisap puting susunya.

“Penis kamu juga sshh..” rintih Tante Eva sambil melakukan gerakan pinggulnya yang memutar sehingga penisku terasa seperti dipijat-pijat.

“Sebentar Tante, coba Tante balik badan,” kataku sambil meminta Tante Eva untuk menungging.

Kusetubuhi Tante Eva dari belakang, sambil tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kuakui sungguh hebat wanita seumur Tante Eva mempunyai vagina lebih enak dari Tante Lisa yang berusia lebih muda. Sudah lebih dari setengah jam aku menggarap Tante Eva , yang makin sering merintih tidak karuan merasakan penisku menusuk-nusuk vaginanya dan tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang-goyang akibat hentakan penisku di vaginanya.

“Ssshh.. Zico , Tante mau keluar..” rintih Tante Eva .

“Sabar.. Tante, sama-sama,” kataku sambil terus memainkan pinggulku maju-mundur.

“Aaahh ss.., Tante Eva keluar..,” melenguh panjang.

“Saya belum, Tante,” kataku kecewa.

“Pake susu Tante aja ya,” jawab Tante Eva jongkok di depanku sambil menjepitkan penisku yang sudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yang besar, lalu dikocoknya.

“Terus, Tante enak ah..,” rintihku.

Melihat hal itu Tante Lisa bangun sambil membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke mulutnya sambil dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan penisku, mengeluarkan maninya menyemprot dengan deras membasahi wajah dan dada Tante Eva dan Tante Lisa .

“Terima kasih ya Tante,” jawabku sambil meremas payudara mereka masing-masing.

Setelah kejadian itu tante Eva dan tante Lisa selalu mengajakku ketemuan di hotel asal ada kesempatan dan aku pun tidak menolaknya .

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *