Ku Puaskan Mbak Melda Yang Sedang Kesepian

CERITA SEKS ONLINE-

Namanya Mbak Melda . Mbak Melda sebenarnya sudah menikah dan memiliki anak 1, tapi sayang suami mbak Melda , mas Jali adalah seorang pelaut di kapal pesiar eropa, jadi mbak Melda sering ditinggal 6 sampai 8 bulan. Oh iya, aku kenal baik dengan mas Jali , suaminya, karena beberapa kali saat mas Jali kembali ke indonesia mbak Melda dan mas Jali mengajak aku jalan-jalan.

Cerita ini berawal saat aku mau mengeprint laporan pekerjaan. Karena printer diletakkan di meja mbak Melda , maka aku berjalan menuju meja kerjanya. Tapi sebelum sampai ke mejanya, aku melihat mbak Melda serius sekali membaca sebuah website di layar komputernya. Aku tertawa kecil dan kembali ke mejaku, aku gak mau mengganggu mbak Melda , karena aku hafal betul website yg sedang dibaca mbak Melda adalah website kumpulan cerita-cerita erotis.

Kemudian aku menggoda mbak Melda dengan mengirim pesan YM ke dia. “Hayo lagi baca apa ? Nakal Ya…” isi pesanku ke dia . Mbak Melda langsung membalikkan badannya dan memandang tajam ke arahku, aku cuma tersenyum melihat wajah marah bercampur paniknya. “Gak baca apa-apa. Mau tau aja nih !” jawab dia masih melalui YM

“Gak usah malu mbak, aku juga sering baca kok ” jawabku lagi

Dia kembali memandangku dari jauh dengan wajah cemberutnya.“Mas Jali masih lama pulangnya ya ?” tanyaku lewat YM

“He-eh, aduh jadi malu gara-gara ketahuan” jawab Mbak Melda

“Mau dibantu gak ?” tanyaku menggoda

“Maksudnya ?” jawab dia

“Ya kan mbak kangen sama mas Jali , siapa tau saya bisa gantiin sementara ” jawabku nakal

“Maksudnya ?” tanya dia lagi, aku gak tau dia pura-pura ato bener-bener gak ngerti.

” kan saya laki-laki juga, mungkin bisa bantu mbak kayak yg di website” jawabku tambah nakal.Mbak Melda menatapku dengan pandangan marah kemudian menjawab “Awas ya, nanti aku aduin ke mas Jali , nanti tau rasa kamu” . Aku cuma tertawa sambil menjawab.“He..he..he.. cuma bercanda mbak”. Aku memang sebenarnya cuma mau menggoda dia.Setelah chat itu, aku gak begitu memperhatikan mbak Melda karena pekerjaan ku sangat bertumpuk waktu itu. Hingga seminggu kemudian mbak Melda mengirim pesan YM ke komputerku.

“Jaka, lagi sibuk banget ya ?” tanyanya melalui YM.

“Iya nih mbak, kan deadline bulan depan” jawabku sekenanya, karena aku memang sedang sibuk mengerjakan tugasku yg bertumpuk.

“mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Jaka , masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. “Tawaran yg mana ya mbak, maaf aku lupa” jawabku.“Yg minggu lalu itu loh, katanya mau bantuin aku” jawabnya lagi.

Tapi karena aku bener-bener lupa, dengan polosnya aku jawab “Bantuin apa ya ?” “Ya udah kalo udah lupa ” jawabnya singkat. Aku berpikir keras, aku udah janji apa ya sama dia minggu lalu. Setelah beberapa saat mengingat-ingat, aku terperangah sebentar, karena aku gak duga becandaan aku minggu lalu jadi ditanggepin serius sama dia.“Wah maaf mbak, yg website waktu itu ya, beneran nih ?” tanyaku penuh selidik.

Agak lama aku menunggu jawaban sampai dia menjawab “Iya yg itu, mau nggak bantuin aku ?” tanyanya lagi.Aku tersenyum kecil, mana ada sih cowok yg nolak tawaran kayak gini, apalagi dari mbak Melda yg cantik itu.

DAFTARKAN DIRI ANDA DAN DAPATKAN HADIAH UTAMA YAMAHA AEROX !! KLIK DISINI

Aku menjawab “Wah gak usah ditanya mbak, trus gimana ?”  “Sabtu besok datang ke rumahku ya, agak sore aja. Tapi awas, rahasia ya” jawabnya.“OK” jawabku yg mengakhiri chat.Hari sabtu sekitar jam 4 aku sampai ke rumah Mbak Melda . Rumahnya sepi, aku tdk melihat Cinta anak mbak Melda yg baru berumur 4 tahun.“Cinta  kemana mbak ?” tanyaku saat aku sudah duduk di sofa ruang tengah rumahnya. “Aku titipin ke rumah neneknya” jawab dia sambil membawa minuman dari dapur.Kemudian dia tersenyum nakal. Aku cuma tertawa kecil melihat tingkahnya.

Hari itu mbak Melda seksi sekali, dia memakai kaos ketat warna putih dan celana pendek warna krem. Aku gak pernah lihat dia berpakaian seperti ini sebelumnya, tapi aku pikir mungkin dia berpakaian begitu karena tau tujuan aku datang kerumahnya sedikit berbeda kali ini.Setelah menaruh minuman di meja, mbak Melda duduk di sofa kecil yang berseberangan dengan sofa panjang yg aku duduki. Sebenarnya aku sedikit kecewa dia pilih duduk disitu, tapi pikiran itu segera sirna karena aku sibuk memperhatikan paha putihnya yg terpampang lebar karena celananya tertarik keatas saat dia duduk.

Ditambah dari kaus tipisnya, aku dapat melihat bayangan bra kembang-kembang yg dikenakannya. K0ntolku terasa mulai menegang karena memandang wanita minim pakaian ini.Tapi sayang mbak Melda sepertinya canggung. Setiap aku mulai berbicara yg agak nyerempet, dia langsung membelokkan arah pembicaraan ke hal yg lain. Wah gawat nih, pikirku, bisa gagal rencana karena mbak Melda takut duluan.Hingga satu saat mbak Melda terdiam, sepertinya dia kehabisan kata-kata untuk membicarakan yg lain. Kesempatan itu aku gunakan untuk duduk mendekatinya. Dari sofa yg masih terpisah, aku pegang kedua tangannya sambil aku elus perlahan.

“Mbak..” kataku perlahan. Mbak Melda cuma memandangku sambil tertunduk, ada sedikit rasa takut terpancar dari wajahnya. “Mbak…” kataku lagi sambil menariknya untuk duduk disofa panjang bersamaku. Mbak Melda mengikuti tarikan tanganku, masih sambil tertunduk antara takut dan malu. Mbak Melda duduk di pojok sofa, sedang aku duduk disebelahnya. Perlahan aku cium kedua tangan, mbak Melda masih memandangku sambil menunduk. Aku tahu sebenarnya mbak Melda mau, cuma takut karena ini pertama kali ada laki-laki selain suaminya yg menyentuhnya.

Aku pegang kedua pipinya dan aku angkat agar aku melihat wajahnya. Saat wajah kami saling berhadapan aku melihat wajahnya seperti anak kecil yg sedang ketakutan. Aku cium keningnya untuk menenangkannya. Sepertinya cukup berhasil, wajahnya sedikit menurun ketegangannya. Aku cium keningnya sekali lagi kemudian aku kecup kedua pipinya. Mbak Melda cuma diam sambil menutup mata.Aku kecup bibirnya sekali, tdk ada reaksi. Aku kecup sekali lagi. Kali ini ada sedikit balasan. Yg ketiga kalinya aku cium bibirnya agak lama. Mbak Melda sudah mulai berani, dia membalas ciumanku yg berangsur liar. Saat aku beranikan memasukkan lidahku ke mulutnya, dia menyambut dengan liar, bahkan membalas memasukkan lidahnya bergantian.

Ku Puaskan Mbak Melda Yang Sedang Kesepian

Saat ciumanku semakin liar, tak lupa tanganku mulai bekerja. Pertama-tama tanganku memegang pinggangnya yg masih kencang, kemudian dari situ aku elus punggungnya. Setelah itu aku mengelus perutnya, terasa perutnya rata tanpa lemak walaupun dia pernah melahirkan 1 kali. Elusanku aku turunkan ke pinggulnya. Kemudian mengikuti garis celana dalamnya, aku sampai mengelus pantatnya, kemudian aku meremas-remas pantatnya. Mbak Melda cuma melenguh kecil saat aku meremas pantatnya.Kemudian aku beranikan diri untuk meremas payudaranya, walaupun masih dari luar kaos. Tapi karena kaosnya tipis dan Branya adalah model bra yg tipis tanpa kawat, aku dengan mudah meremas-remas kedua payudara yg sering aku nikmati dari jauh tersebut. Kali ini mbak Melda melenguh agak keras walaupun tdk melepas ciumanku . Aku loloskan tanganku kedalam kaosnya mencoba melepas kait branya dari belakang. Tapi mbak Melda bertindak lebih, dia membuka kaos sekaligus branya.

Melihat dia membuka kaos, aku ikut membuka kaosku. Aku menjaga kondisiku selalu sama dengan dia agar dia percaya. Sambil aku membuka kaos, mbak Melda menata bantal sofa yg ukurannya besar diujung sofa kemudian dia bersandar disitu dengan pasrah. Selesai membuka kaos, aku posisikan tubuhku di antara selangkangannya, dia membuka selangkangannya agak lebar untuk memudahkan aku menindihnya.Aku kembali menciumnya, kali ini sambil meremas-remas payudaranya yg memang masih sangat kenyal itu. Sekali-sekali aku cium pipi dan lehernya. Aku juga kadang-kadang menjilat lehernya hingga membuat dia bergetar beberapa saat.

Ciuman aku turunkan ke arah payudara kanannya. Perlahan-lahan aku kecup sekitar payudaranya tapi aku hindarkan pentilnya. Kemudian aku jilat memutar mengecil hingga akhirnya sampai ke pentil. Aku hisap sesaat kemudian aku pindah ke payudara kiri untuk memperlakukan hal yg sama.Sepertinya mbak Melda tdk sabar, kemudian dia menarik tanganku dan menekan telapakku kearah payudaranya yg bebas. Aku mengerti, kemudian aku remas-remas perlahan payudaranya sambil kadang-kadang memutar-mutar pentilnya.Serangan aku tingkatkan. Perlahan aku elus-elus paha dalamnya. Mbak Melda kelojotan menerima seranganku. Aku menyusupkan tanganku kedalam celana dalamnya. Langsung terasa olehku lipatan memek yg diselimuti bulu-bulu halus, sudah sangat basah disana.

Tiba-tiba mbak Melda menarik celananya untuk membuka. Wah buru-buru sekali mbak ini Aku membantu meloloskan celana pendek tersebut. Kemudian aku sendiri membuka celana panjangku. Sekarang kami sudah sama-sama telanjang.Aku tindih mbak Melda sekali lagi. Rencanaku sih aku ingin mencium bibirnya, kemudian turun ke payudaranya baru kemudian mencium memeknya. Tapi mbak Melda sudah tdk sabaran. Dia menarik-narik k0ntolku untuk diarahkan ke memeknya. Hmm.. sepertinya mbak Melda sudah begitu lama menahan birahinya sehingga ingin langsung tusuk saja. Aku turuti kemauannya, aku arahkan k0ntolku ke memeknya, tapi mbak Melda masih menggenggam k0ntolku seakan tdk sabar agar k0ntolku dimasukkan kememeknya.

Aku dorong perlahan k0ntolku hingga amblas semua, mbak Melda melenguh agak keras, badannya terasa begitu rileks seakan merasa lega akhirnya yg diidam-idamkannya tercapai juga.Mbak Melda terdiam sesaat hanya menerima kocokanku yg baru perlahan. Tapi tiba-tiba mbak Melda menjadi sangat liar, tangannya menekan erat pantatku sambil menggoyangkan pinggulnya kekanan-kekiri dengan liar, seakan kocokanku tdk cukup Wah begini deh kalo cewek dianggurin sama suaminya, jadi super liar. Mbak Melda berteriak-teriak keenakan, sambil terus memutar-mutar pinggulnya mengikuti irama kocokan k0ntolku. Tapi tiba-tiba tubuh mbak Melda menegang sambil berteriak kencang. Terasa cairan menyemprot dari dalam memeknya, dia orgasme hebat.

Kemudian badannya terasa sangat lemas, dia memandangku dengan senyum kecil. Dimemeknya terasa sangat basah, aku merasa cairan memeknya sampai menetes keluar. Aku kocok perlahan karena aku belum apa-apa, tapi sepertinya orgasme mbak Melda begitu hebat sehingga dia tetap tergolek lemas sambil tersenyum kecil seperti di awang-awang. Akhirnya aku hentikan kosokanku dan aku cabut k0ntolku dari memeknya, karena mbak Melda terlihat semakin lemas dan terlihat menjadi mengantuk.Akhirnya aku angkat mbak Melda dan aku tidurkan di kamarnya. Aku tdk memakaikan pakaiannya, hanya menyelimutinya, kemudian dia tertidur.Aku memakai pakaianku kembali dan duduk ditempat tidur menemani mbak Melda yg tertidur sambil menonton televisi yg memang ada di dalam kamarnya tersebut. Sekitar jam 7 malam tiba-tiba mbak Melda memelukku dari belakang, kemudian menggelayut di punggungku.

“eh udah bangun mbak ?” tanyaku

Dia cuma mengangguk sambil tetap memelukku erat. “Maaf ya Jaka..” katanya manja. “Maaf kenapa ?” tanyaku, sambil mengelus tangannya yg melingkar ke dadaku. “Maaf tadi aku langsung tidur, padahal kamu belum apa-apa” kata mbak Melda .  “Trus kamu gimana ?” tanyanya sambil meraba k0ntolku dari luar celana. “Enggak apa-apa kok mbak” jawabku sambil memutar badanku. Kemudian aku memeluk tubuhnya erat. Entah kenapa aku jadi sayang sekali dengan wanita itu. Aku kecup keningnya sekali kemudian aku peluk erat lagi.

“Mau diterusin sekarang ?” bisik mbak Melda yg masih dalam pelukanku. “Nanti aja mbak” jawabku. “Kita makan malam aja dulu yuk” ajakku. Kemudian mbak Melda berdiri dan memakai bathrobe. “Ayo, aku dah masak tadi siang khusus buat kamu” ajak mbak Melda kearah meja makan. Selama makan malam kami bercerita panjang. Dari pembicaraan itu aku tahu kalau mbak Melda memang memiliki nafsu seks yg sangat tinggi tapi sayang mas Jali jarang pulang. Dia sebenarnya sering tdk tahan, tapi tdk mau menghianati mas Jali , tapi saat bertemu aku, mbak Melda menaruh perhatian ke aku, makanya saat aku menawarkan bantuan waktu itu, mbak Melda langsung menanggapinya dengan serius.

Sehabis makan kami menonton televisi. Kami duduk di lantai yg dialasi permadani. Mbak Melda duduk diantara selangkanganku yg kubuka lebar, dia menyandarkan tubuhnya ke dadaku, sambil aku memeluknya dari belakang.Selama nonton tv, kami seperti pasangan yg sedang dimabuk kasmaran. Mbak Melda bersikap sangat manja kepadaku sedang akupun memanjakannya dengan senang hati. Sambil memeluknya dari belakang, sesekali aku membelai rambutnya dan mencium tengkuknya yang putih bersih. Mbak Melda cuma melenguh pelan sambil sekali-sekali mencium tanganku yg memeluknya.

perlahan aku mulai mengelus-elus payudaranya, mbak Melda mulai duduk dengan gelisah. Apalagi saat aku meremas payudaranya, tubuhnya menegang dan melemas seirama dengan remasanku. Tangan kananku aku selipkan masuk kedalam celana dalamnya. Perlahan aku elus garis memeknya, terasa perlahan cairan memeknya mulai membanjir.Tangan kiriku masuk kedalam bathrobenya langsung meremas payudaranya yg tdk dibaluti bra lagi. Sementara jari tengah tangan kananku mulai menusuk memeknya, terasa memeknya berdenyut-denyut hebat.

Mbak Melda tdk sabar kemudian membalikkan badannya, kemudian dia menciumku dengan ganas, sedangkan tangannya menyerbu celanaku berusaha untuk mengeluarkan k0ntolku, Aku buka ikat pinggang dan resletingku sehingga mbak Melda bisa menarik k0ntolku keluar dan mulai mengelus-elusnya.“Mbak dikamar aja yuk” ajakku.

Mbak Melda cuma mengangguk. Kemudian aku menuntun dia menuju kamar tidurnya. Sampai dikamar tidur aku menelentangkannya ditengah tempat tidur, kemudian aku melepaskan bathrobe dan celana dalamnya sehingga dia telanjang bulat. Kemudian aku melepaskan baju dan celanaku sehingga akupun telanjang bulat.Perlahan aku merangkak diatas tubuhnya untuk memposisikan tubuhku di antara selangkangannya. Kemudian aku mencium bibirnya perlahan.

AGEN POKER ONLINE CEMEQQ CAPSAQQ DOMINOQQ BANDARQQ

Ciuman aku turunkan kelehernya, sesekali aku jilat lehernya. Ciuman kemudian aku turunkan kembali ke payudaranya. Disitu aku menyedot pentil dan meremas-remas payudaranya. Sesekali pentilnya aku gigit kecil untuk memberinya sensasi.

Ciuman aku turunkan lagi ke perutnya yg rata tersebut. Disitu aku baru sadar ternyata pinggul mbak Melda sangat bagus. Aku cium pinggulnya kemudian paha dalamnya. Aku sengaja melewatkan memeknya untuk sasaran akhir. Dari pahanya aku cium betisnya sampai aku cium ujung kakinya. Selanjutnya gerakan aku balik, aku cium betisnya, kemudian aku cium pahanya, selanjutnya, perlahan aku kecup memeknya. Aku tatap wajah mbak Melda dari antara selangkangannya, wajahnya terlihat tegang menunggu hal selanjutnya yg aku kerjakan.

Kemudian aku kecup memek itu sekali lagi. Dengan menggunakan jariku, aku sibak bulu jembutnya sehingga memeknnya terlihat jelas, perlahan aku jilat bibir memek kiri dan kanannya perlahan. Selanjutnya dengan gerakan pasti jilatan aku arahkan ke klitorisnya. Klitorisnya tdk terlalu besar tapi cukup mudah untuk dijilat kemudian aku hisap perlahan.

Pinggul mbak Melda semakin tidak tenang, dia seakan menghindari jilatan ku tapi tangganya menekan kepalaku untuk terus menjilati klitorisnya. Cairan memeknya keluar sangat banyak. Kemudian aku sejajarkan tubuhku dengan tubuhnya, dia mengerti kalau kau ingin penetrasi ke memeknya. Tapi aku tunda sebentar, aku cuma menggosok-gosokkan kepala k0ntolku ke bibir memeknya. Dia meringis seperti protes karena aku berlama-lama, aku cuma membalasnya dengan senyum kecil. Dia mencoba menekan pantatku, tapi aku tahan.

Dia menatapku dengan wajah protes, dia terlihat frustasi. Dia mencoba menekannya sekali lagi, tapi tetap aku tahan, dia semakin frustasi. Kemudian aku kecup bibirnya sekali dan aku masukkan k0ntolku sampai mentok.“Kamu jahat sayang.. kamu jahat..” bisik mbak Melda saat aku memeluknya erat setelah memasukkan k0ntolku.

Aku pompa k0ntolku ke memeknya perlahan, dan mbak Melda meresponnya dengan mengikuti gerakanku. Walaupun sebenarnya ini posisi yg konvensional, tapi entah kenapa terasa begitu nikmat. Mungkin karena aku sudah merasakan benih-benih cinta dan mbak Melda pun begitu sehingga terasa setiap gesekan k0ntolku dan memeknya seperti menyalurkan energi cinta diantara tubuh kami. Aku bangkit dan berlutut diantara selangkangannya dengan k0ntolku masih didalam memeknya. Aku taruh jari tengahku ke mulutnya, dan aku hentikan gerakan k0ntolku. Pertama-tama dia bingung, tapi kemudian dia menghisap perlahan jariku.

Saat dia menghisap jariku, gerakan k0ntolku aku selaraskan dengan gerakan hisapannya. Dia tersenyum lebar, mbak Melda mengerti permainan ini, kemudian dia mulai menghisap mengikuti bagian mana dari memeknya yg ingin ditusuk oleh k0ntolku. Lama-lama gerakan hisapnya makin cepat sehingga aku makin susah menyelaraskan gerakannya dengan k0ntolku, sepertinya dia sedikit lagi orgasme. Aku tarik jariku dan aku menindihnya dengan gaya konvensional. Perlahan kupompa memeknya kadang pelan, kadang cepat. Mbak Melda terlihat makin dekat dengan orgasmenya, badannya makin tegang.

Tak lama tubuh mbak Melda melengkung sambil dia terpekik kecil, memeknya terasa licin sekali. Aku percepat pompaanku dan akupun menekan k0ntolku dalam-dalam sambil menyemprotkan spermaku ke rahimnya.Kemudian aku memeluknya sambil membisikkan “Aku cinta kamu mbak”. Mbak Melda tersenyum kemudian memelukku erat seperti tdk mau dilepaskan.

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *