Dian Si Babysitter Yang Lugu

CERITA SEKS ONLINE –

Untuk menghilangkan suntuk, saya connect ke internet dan berbagai macam situs saya buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyerobot. Biasanya saya langsung close karena saya enggak enak dengan kakak saya. Tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang babysitter yang menjaga keponakan saya, namanya Dian baru berumur 19 Tahun. Memang agak kolotan, kalau saya perhatikan lagi Dian memiliki body yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek.

Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Dian saya ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginan saya untuk melihat situs porno sangat besar dan libido saya naik saat saya lihat foto-foto telanjang di internet. Tanpa saya sadari Dian keluar dari kamar dan berjalan ke arah saya entah sudah berapa lama dia berdiri disamping saya ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di monitor komputer.

“Apa nggak malu ya?” tanya Dian yang membuat saya kaget dan segera saya ganti situsnya dengan yang “normal”. Dengan berusaha tenang, saya minta Dian mengulangi pertanyaannya. “Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?” Memang Dian sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai saya jawab sembari menyuruhnya duduk disebelah saya.

“Begini an, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil saya perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), mereka kan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit. Kemudian Dian melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal payudaranya, sudah sejak lama saya menikmati pemandangan ini dan saya sangat terobsesi untuk tidur dengan Dian .

Saya tersentak kaget saat Dian bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina cewek. “Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis”. Dengan otak yang sudah kotor saya mulai berfikir bagaimana saya memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “Gini an, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan?” tanya saya pada Dian sambil tangan saya membuka foto-foto yang lebih hot lagi. “Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susu saya diremas sudah pernah, saya takut kalau nanti hamil”.

Memang Dian sangat terbuka tentang pacarnya, pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Dian nggak mau. “Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil. Gimana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil saya mau tanggung jawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti saya ajari gaya-gaya yang ada di foto ini. Gimana? ”Dan Dian cuma diam sambil lihatin wajah saya, sebenarnya saya tahu dia naksir saya sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysitter yang membuatnya nggak PD. “Benar ya.., janji lho?” pintanya dengan sedikit ragu.

Dan dengan wajah penuh semangat saya bersumpah untuk menepati janji saya, meskipun saya nggak ada niat untuk menepati janji saya. Saya putuskan sambungan internet dan mulai “melatih” Dian dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya. Sentuhan halus bibirnya yang lembut membuat saya membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tangan saya telah meremas payudara Dian yang memang masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibir saya menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Dian menikmati semua pelatihan yang saya berikan.

Dian Si Babysitter Yang Lugu

Sambil saya kecup keningnya, saya jawab kekhawatiranya, “Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Dian nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan saya mau tanggung jawab kalau kamu hamil” kata saya sambil saya balas pelukannya. Sekilas saya lupa libido saya dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa sengaja tangan Dian menyentuh penis saya sehingga membuat penis saya kembali menegang.

Wajah Dian tersipu malu saat saya lihat wajahnya yang memerah, saya cium bibirnya dan tanpa menunggu komando saya Dian membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Dian terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuan saya. Payudaranya saya remas dengan keras sehingga Dian mengerang kecil.

Kini baju saya dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan saya imbangi dengan melepas celana pendek saya dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena saya terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Dian malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya saya bimbing memegang penis saya dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini saya membuat gaya 69 dengan Dian berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penis saya.

Setelah beberapa lama saya bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Dian mau melakukan dan menjadi sangat menikmati.  Sedangkan saya terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidah saya yang memburunya dengan ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang tubuhnya, Dian tak mampu meneruskan kulumannya dan memilih menikmati jilatan lidah saya. Saya tahu Dian menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya saya rebahkan sedangkan kini tubuh saya menindihnya sembari saya teruskan bibir saya menjelajahi bibirnya yang memerah.

Perlahan tangan saya menuntun tangan kanan Dian untuk memegang penis saya hingga berada tepat di depan mulut vaginanya. Saya gosok-gosok penis saya di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan. Erat sekali tangannya memeluk saya sambil telus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau.

AGEN POKER ONLINE CEME QQ CAPSA QQ DOMINO QQ BANDAR QQ >> DAFTAR DI SINI

Vaginanya semakin basah dan perlahan penis saya yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya. Usaha saya tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penis saya. Perlahan saya mencoba lagi dan dengan inisiatif Dian yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar. Yang membuat saya lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usaha saya tidak sia-sia.

Dengan sedikit menjerit Dian mengeluh, “Aduh.. sakit… Pelan-pelan dong” dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penis saya telah masuk semua, saya diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya. Perlahan saya gerakkan penis saya keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang saya gerakkan penis saya hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai racauan yang saya dan Dian keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi. Hampir 15 menit saya menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga saya merasa seluruh syaraf kenikmatan saya tegang.

Rasa nikmat yang saya rasakan saat sperma saya keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuh saya menegang. Saya lumat habis bibirnya yang memerah hingga Dian dan kedua tangan saya meremas payudaranya yang mengeras. Akhirnya saya bisa merasakan tubuh Dian yang lama ada diangan saya. Kami berdua tergolek lemah seolah tubuh saya tak bertulang. Saya peluk tubuh Dian dengan erat agar dia tidak galau, dan setelah tenaga saya pulih saya berusaha memakaikan baju padanya karena Dian tidak mampu berdiri lagi.

Saat saya hendak mengenakan CD saya lihat sedikit bercak merah di pahanya dan saya bersihkan dengan CD saya agar Dian tidak tahu kalau perawannya sudah saya renggut tanpa dia sadari. Kami berdua melakukan hal itu berulang kali dan Dian semakin pintar memuaskan saya. Selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun saya menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Dian tidak menjadi babysitter keponakan saya sebab kakak saya telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain.

Sekarang Dian menjadi penjaga rumah saya dan sekaligus pemuas nafsu saya saat pacar-pacar saya tidak mau saya ajak bercinta. Saat lebaran seperti biasa Dian pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuat saya kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Dian dan bernama Susi. Memang lebih cantik dan seksi dari Dian yang membuat saya berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Susi

Malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Dian tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya. “Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusan rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini,” lalu Dian terdiam sejenak. “Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil? Apa Mas mau menikahiku?” Saya terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini.

Lama saya terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Dian meneruskan perkataannya. “Dian  tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut Mas untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku. ”Dian  terdiam lagi dan saya memeluknya erat penuh rasa sayang dan Dian pun membalas pelukan saya. “Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku. ”Saya terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengejutkan saya.

Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mata saya dan saya baru merasa bahwa saya ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya saya mengantar Dian ke terminal untuk kembali pulang ke desanya. Dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai saya kembali ke mobil saya dan melalui hari-hari saya tanpa Dian .

SUMBER : CERITASEKSONLINE.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *